Pamitan, Budi Wibowo Sebut Kemiskinan Masih Jadi Beban Banyumas

0
141

BANYUMAS,- Prosesi serah terima jabatan (sertijab) dari Pejabat (Pj) Bupati Banyumas Drs Budi Wibowo M Si kepada Bupati dan Wakil bupati periode 2018-2023, Ir Achmad Husein dan Drs Sadewo Tri Lastiono dilaksanakan Selasa (25/9) di Pendapa Si Panji Purwokerto. Sertijab disaksikan pimpinan dan anggota DPRD, Forkompinda dan pejabat pemkab serta para undangan dari beberapa tokoh, berbagai lembaga dan pimpinan ormas.

Drs. Budi Wibowo M Si mengakhiri masa tugasnya selama dua bulan 11 hari. Dalam sambutan pamitan, Budi mengatakan masalah kemiskinan masih menjadi beban berat dan keprihatinan tersendiri bagi Banyumas, yang harus bisa ditangani secara bersama-sama.

“Saat ini, Kabupaten Banyumas masih menempati urutan ke-15 dengan kantong kemiskinan di Jateng,” katanya.

Menurutnya kondisi itu sangat kontras dengan kondisi Purwokerto sebagai ibukota kabupaten, sekaligus ibukota wilayah eks Karisidenan Banyumas. Dia menganggap, Banyumas sebenarnya luar biasa. Namun masih ada pertayaan yang belum terjawab hingga saat ini, dimana Purwokerto adalah ibukota eks Karisidenan Banyumas, yang memiliki suprastruktur yang memadai karena instansi pemerintahan lebih lengkap. Termasuk infastrukturnya juga lebih banyak.

”Tapi kita masih masuk kategori 15 kabupaten termiskin di Jateng. Ini merupakan pekerjaan rumah dan pertayaan besar yang harus kita jawab untuk bisa melakukan penurunan ke depan,” katanya.

Meski setiap tahun menunjukan penurunan, angka kemiskinan tahun 2016 sebesar 17, 23 persen, kemudian tahun 2017, turun menjadi 17,06 persen, angka itu diakui masih diatas rata-rata untuk Jawa Tengah, dimana tahun 2018 ini, yakni 11, 62 persen.

”Meski demikian keprihatinan ini jangan memberikan rasa pesimis, tapi kita harus berjuang dan bersatu untuk bekerja efektif dan efisien mengatasi keprihatinan ini. Saya yakin Pak Husen dan Pak Sadewo bersama semua unsur, seperti para rektor atau perguruan tinggi juga bisa menurunkan angka itu,” harapnya.

Sementara itu Bupati Banyumas Achmad Husein akan melanjutkan progamnya seperti infa struktur yang baru mencapai 65 persen, kemudian penurunan angka kemiskinan, dan masalah masalah lain yang harus diselesaikan dengan tujuan utama adalah kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan kualitas hidup. Dalam program 99 hari kerjanya Hasein dan Sadewo akan melaksanakan hasta krida. Hasta krida meliputi pelayanan masyarakat, kulaitas hidup, pertumbuhan ekonomi, layanan kesehatan, beba siswa Banyumas cerdas, menggiatkan kesenian Banyumas, pencanangan Baturrundance, bedah rumah 999 buah dab pencanangan kampung kretaruf dan desa wisata.

“Kami mengajak kepada bapak ibu semua, khususnya kepala OPD, saya sudah mengabdi di Pemerintah Kabupaten Banyumas selama 10 tahun lebih, ibarat sopir pasti sudah ahli, apalagi ASN yang lebih lama. Untuk itu mari kita tambahkan semangat karena berdasarakan penelitian semangat orang Indonesia baru digunakan rata-rata sekitar 15 persen masih tersisa 85 persen. Dengan niat ibadah kita pacu semangat untuk mensejahterakan masyakatat Banyumas,” katanya.

Usai sertijab pagi hari, siangnya dilanjut acara open house dengan kemasan pesta rakyat sebagai syukuran untuk bupati dan wakil bupati, Achmad Husein-Sadewo Tri Lastiono. Acara tersebut mengundang sekitar 5.000 orang dari berbagai elemen dan kalangan.

Yang diundang mulai dari unsur pemerintahan hingga tingkat desa, kelompok-kelompok masyarakat dan tim pendukung pasangan tersebut saat pilkada lalu. Acara diisi pemberian ucapan selamat kepada pasangan Hude (Husein-Sadewo), kemudian makan-makan dan hiburan. Aneka makanan rakyat telah disiapkan bagian umum setda Banyumas.

Ari S / Triswo