Kunker ke Sumedang, Demiz: Jangan Ada Anak Jabar tak Bisa Sekolah

0
393

SUMEDANG – Wakil Gubernur yang juga Calon Gubernur Jawa Barat, H. Deddy Mizwar didampingi istrinya, Giselawati Wiranegara menyambangi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Situraja, Kab. Sumedang Jawa Barat, Jumat 2 Februari 2018.

Kunjungan Demiz – sapaan karib Dedi Mizwar – yakni dalam rangka kunjungan kerja Wakil Gubernur Jawa Barat ke Kabupaten Sumedang. Kehadiran orang nomor dua di Jabar iti disambut kesenian khas Situraja, yakni Tari Umbul.

Tampak hadir Bupati Sumedang H. Eka Setiawan, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sumedang Sonson M. Nurichsan, Ketua PGRI Sumedang, Dedi Suhayat serta sejumlah kepala sekolah beserta jajaran staf pengajar dan ratusan siswa SMKN 1 Situraja. Tak pelak, mereka menyemuti lapangan sekolah digelarnya penyambutan Wakil Gubernur Jabar.

Dalam sambutannya, Demiz berhasil membuat seluruh hadirin, terutama para siswa terkesima dengan kecakapannya berorasinya.

Banyak hal yang diutarakan Demiz saat itu. Salah satunya terkait wajib adanya perubahan terhadap mindset para siswa, orang tua murid bahkan tenaga pendidik. Dimana, menurut Demiz, dari dulu sampai kini, mindsetnya adalah bagaimana para siswa atau anak-anak mereka seusainya menuntaskan sekolah, agar segera menjadi seorang pegawai.

“Sampai dengan saat ini, masih terbilang jarang atau bahkan hampir tidak ada baik orang tua maupun siswa yang memiliki cita-cita membuka peluang kerja bagi manusia lainnya,” ujar Demiz.

Padahal, kata dia, ketersediaan sumber daya alam di Indonesia belum bisa dikalahkan negara manapun.

“Indonesia diprediksi menjadi Global Player paling tidak pada tahun 2030, dan pelakunya, mungkin salah satunya merupakan siswa siswi yang saat ini ada di sini,” kata Demiz.

Dijelaskan, arti dari prediksi tersebut yang mana Indonesia akan menjadi salah satu negara terkuat dalam sektor ekonomi. Pasalnya, dalam 10-30 tahun mendatang di Indonesia akan mendapat bonus demografi, 70 persen masyarakatnya ada dalam usia produktif.

“Untuk itu, pada zaman Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dimana kita bersaing bersama 10 Negara Asean lainnya, maka pilihannya hanya dua, hadir atau tersingkir,” tandasnya.

Dengan demikian, Demiz pun menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan hal yang penting, karena SDM yang terdidik dan terampil adalah pilar bagi pembangunan bangsa.

“Saya menginginkan anak-anak di Jabar memiliki akses setinggi-tingginya terhadap pendidikan. Untuk mewujudkan hal tersebut maka perlu juga dibangun unit-unit sekolah baru setelah nanti kita lihat dari demografi dan lain hal sebagainya, dan substansinya. Jangan ada anak di Jabar tidak bisa sekolah karena miskin,” tukasnya.

Sementara itu, setelah sebelumnya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Deddy Mizwar beserta rombongan yang datang di wilayahnya, dihadapan para siswa SMKN 1 Situraja, Bupati Eka mengingatkan agar para pelajar bisa lebih selektif dalam hal menyikapi kemajuan ilmu teknologi dan informasi yang merupakan bagian tak terhindarkan akibat dari perkembangan zaman.

“Usia-usia seperti ini (siswa SMK) sangatlah rawan terkena dampak dari kemajuan zaman. Untuk itu saya ingatkan agar para siswa siswi khususnya murid SMKN 1 Situraja agar lebih berhati-hati memanfaatkan kemajuan ilmu teknologi dan informasi atau dikenal dengan IT.

Karena akibat dari kemajuan IT ini di samping terdapat sisi positif juga ada sisi negatifnya,” ujar Eka.

Diterangkan, sisi negatif sebagai dampak dari kemajuan ilmu teknologi informasi, salah satunya adalah pornografi dan hoax atau berita bohong.

“Anak-anak sekarang kan sudah akrab dengan yang namanya smartphone. Hendaknya, hati-hatilah saat bermain media sosial, karena tak jarang disitu terdapat pula berbagai berita yang sifatnya fitnah atau ujaran kebencian bahkan pornografi,” ungkapnya.

“Para siswa di sini harus memiliki cita-cita tinggi. Dan yang paling penting, jangan sampai kemajuan IT ini malah mengganggu terhadap aktivitas akademik yang sedang kalian tempuh,” imbuhnya.

Selepas meninjau ke lokasi masjid sekolah bersangkutan, Demiz beserta rombongan pun bergegas meninggalkan lokasi acara menuju ke tempat kunjungan berikutnya, yaitu Masjid Atta’wun di Kampung Cikalingsem, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Darmaraja serta dilanjutkan dengan mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Yaqin di Dusun Nagrak Desa Cikoneng Kecamatan Ganeas.

Reporter: Abas