Pembangunan UMB tak Hiraukan Keluhan Warga Kompleks Cipadung

0
423

BANDUNG,- Proyek Pembangunan gedung Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), yang rencananya 4 lantai, dibangun di atas lahan seluas 1,4 hektare berlokasi di jalan raya Soekarno Hatta-By Pass Kota Bandung.

Pembangunan kampus UMB ini dilaksanakan sejak bulan Pebruari 2018 lalu, yang berdekatan dengan warga kompleks Taman Cipadung Indah (TCI) RT 01, RW 01. Kelurahan Cipadung Kidul, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, namun hal itu oleh sebagian warga sekitar dikeluhkan, pasalnya dampaknya dirasakan cukup mengganggu ketenangan warga seperti bisingnya oleh aktivitas pengerjaan yang menggunakan alat-alat berat dan getarannya sangat terasa oleh warga sekitar, pengerjaannya pun hingga larut malam itu mengganggu ketenangan warga.

Menurut keterangan Eka dan warga lainnya yang di himpun Patroli, Jumat (24/8/2018) mengatakan, pihaknya dan warga lainnya mendukung adanya pembangunan kampus UMB, namun pihak para pelaksana pembangunan juga harus memperhatikan keluhan warga yang terdampak, karena bagaimanapun imbasnya dapat dirasakan oleh warga seperti getaran alat berat, waktu jam kerja sampai larut malam sehingga mengganggu ketenangan.

Padahal kata Eka dan dibenarkan oleh Kiki warga setempat, permasalahan tersebut telah di musyawarahkan/dibahas beberapa kali seperti musyawarah RW dan warga, di Mapolsek Panyileukan bahkan belum lama ini di Hotel Mitra akan tetapi belum ada realisasinya menyoal Amdal oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Kota Bandung yang disampaikan kepada pihak pengembang pembangunan proyek tersebut harus di hentikan sementara, tetapi pengerjaannya masih terus berjalan sampai saat ini.

Hingga adanya audensi yang di hadiri perwakilan warga dan para pihak Dinas terkait Kota Bandung yang di gelar Jumat (24/8/2018) lalu di Hotel Mitra di Jalan Supratman Bandung sama sekali tidak ada hasilnya sama saja seperti waktu di Mapolsek Panyileukan.

Menuai protes dari warga adalah mempertanyakan surat izinnya pembangunan Proyek kampus UMB tersebut, karena kami warga terdampak, belum merasa menandatangani izin pembangunan mestinya sebelum pembangunan tersebut dimulai seharusnya segala perizinannya harus sudah selesai, ini kan belum terlihat jelas.

Orasi warga Cipadung Kidul, tidak lebih menanyakan soal prosedur perizinan yang jelas dan benar saja kepada pihak pelaksana pembangunan dan pimpinan kampus UMB. Sudah beberapa kali warga mendengarkan penyampaikan dari pihak dinas terkait lainnya telah menegaskan bahwa, proyek pembangunan UMB tersebut harus diberhentikan sementara, sebelum kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)  itu kelar, terlebih izin  warga,  ujarnya.

Dikatakan Eka, kami menyesalkan tuntutan warga tidak mendapat tanggapan alias tak dihiraukan oleh pihak pembangunan UMB, tetapi bagaimanapun kami akan terus maju menuntut hak-hak warga yang terdampak. Dengan adanya pembangunan tersebut apakah paktor untuk pendidikan, paktor kepentingan pihak tertentu, ataukah paktor kebutuhan pribadi, terangnya.

Dedi SM