Tahun Politik, Muhammad Shogir Serukan Perdamaian

0
185

Muhammad Shogir, S. Psi, M Pd secara simbolis menyerahkan santunan kepada anak yatim dalam acara Tabligh Akbar menyambut Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah

SUMEDANG,- Pada Tabligh Akbar dan penyerahan santunan terhadap 110 anak yatim yang diselenggarakan empat pimpinan pondok pesantren (ponpes), yakni KH. Totoh Abdul Patah didampingi KH. Muhammad Gaos (At-Taufik), KH. Dede Wakos (Al-Baats) dan KH. Sogir (Persis 40 Sarongge) di halaman Desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Rabu (19/9/2018), calon anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Muhammad Shogir, S.Psi., M.Si menyeru kepada kaum muslimin untuk mengembangkan sikap toleransi, menjaga keseimbangan dan bersikap adil dalam menjalankan ajaran agama agar tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan sempit demi mewujudkan persaudaraan Islam dan persatuan umat.

“Saya mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk mengembangkan wawasan kebhinnekaan sejati, menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun, harmonis, saling menghormati, mencintai dan menolong dalam semangat persaudaraan kebangsaan,” ucap pria yang maju dalam pencalonan legislatif dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Untuk masyarakat Sumedang, tuturnya, diharapkan mampu berdiri sendiri dan jangan sampai merasa menjadi tamu di negeri sendiri.

“Harapan saya di tahun Islam ini, ada kesadaran bahwa masyarakat harus lebih maju dalam berbagai hal. Menurut saya makna hijrah untuk masa sekarang tidak berpindah tempat sebagaimana Rasulullah hijrah dari Mekkah ke Madinah, tetapi makna hijrah sekarang adalah dari kegelapan menuju cahaya,” papar Shogir.

Disinggung soal tahun politik ini, Shogir yang maju di Dapil 6 itu meminta semua pihak khususnya elit politik agar bisa menahan diri dalam mengekspresikan sikap politiknya termasuk dalam menyampaikan pendapat agar tidak membuat suasana semakin panas dan penuh dengan kecurigaan.

“Mari kita bersaing dengan sehat untuk mendapat Ridho dari Allah Swt,” katanya.

Menurut dia, perbedaan pilihan politik tidak harus diwarnai dengan saling menjelekkan, memfitnah, menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian.

“Karena hal tersebut selain tidak memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat, juga dapat menimbulkan gesekan dan retaknya bangunan kebangsaan kita. Jadikanlah perbedaan aspirasi politik sebagai rahmat untuk saling menghormati dan memuliakan agar ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah tetap terpelihara,” katanya.

Ia pun menyoroti tentang tujuan dibentuknya NKRI yakni untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Tujuan yang luhur tersebut, menurut pandangan kami belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Untuk itu, jika terpilih menjadi wakil rakyat nanti, dirinya akan sungguh-sungguh bekerja dan berpihak kepada kepentingan rakyat kecil sehingga kesenjangan dan ketidakadilan dapat segera diatasi.

“Kalau saya terpilih menjadi wakil rakyat, saya akan berusaha menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah,” ucapnya.

Terakhir, Shogir mengajak kepada seluruh bangsa Indonesia agar menjadikan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah sebagai tahun kepedulian sosial terhadap sesama.

T2N