Berbulan-bulan Makan Kembang Pisang, Maman Butuh Uluran Tangan

0
444
Maman saat sedang mengkonsumsi kembang pisan dicampur garam

PANGANDARAN,- Nasib memprihatinkan dirasakan, Maman (84 tahun), warga Kp. Anggaraksan, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Ia Hidup dalam balutan kemisikinan hingga membuat dia selama berbulan-bulan hanya makan kembang pisang dicampur garam.

Keadaan Maman membuat sejumlah tetangga iba. Sesekali mereka yang mempunyai makan lebih, mengirimkan kepada Maman. Dengan demikian, Maman bisa mengkonsumsi makanan yang lebih layak.

Berdasarkan pantauan wartawan PatroliCyber, Maman tinggal seorang diri di sebuah rumah terbilang tidak layak huni. Sekitar dua tahun lalu, ia berpisah dengan isterinya dan dikaruniai tiga orang anak yang hingga kini dinilai tidak memperhatikan ayahnya itu. Sehari-hari Maman mengaku hanya bisa meratapi nasib kurang beruntungnya.

Dari penuturan Maman, anak pertamanya Edy Jaelani bekerja serabutan di daerah Bekasi bersama istrinya. Sedangkan anak kedua Maman, Widya Ningrum ikut bersama suaminya di Balaraja dan mengajak anak ketiga Maman, Ujang Maulana.

“Anak-anak saya semuanya pergi mengadu nasib untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarganya masing-masing. Sedangkan anak ketiga saya, numpang di anak kedua saya,” tuturnya lirih.

Maman mengaku anak-anaknya dan saudaranya tidak memperhatikannya. Ia juga mengaku sering sakit kepala akibat penyakit vertigo

Sedangkan salah seorang tetangga Maman mengatakan, selain kembang pisang, Maman biasa mengkonsumsi jantung pisang sama garam saja.

“Sesekali, kalau pak Maman ingin merasakan makanan yang layak suka datang ke saya. Dan saya pun ridho iklas karena melihat kondisi memprihatinkan ini,” katanya.

Kendati demikian, ia mengaku tak bisa setiap saat mengurus dan membantu Maman lantatan ia pun memiliki keterbatasan ekonomi.

“Saya heran, soalnya keadaan ini sudah dilaporkan pada pihak Desa …. Agar mendapat bantuan, tetapi hingga sekarang mereka acuh,” tuturnya.

Disebutkan, pihak pengurus RT 28 RW 12 sudah berulang ulang mengajukan permohonan bantuan agar Maman mendapatkan batuan dari pemerintah, namun tidak juga terealisasikan.

“Sebaliknya, untuk wilayah Desa Maruyungsari, orang-orangnya masuk katagori mampu secara ekonomi, mereka mapan, cukup sandang pangan, tapi malah mendapat bantuan,” tutur warga yang meminta tidak ditulis namanya ini.

Warga berharap agar keadaan Maman ini mendapat perhatian serius pihak pemerintah, agar Maman dapat hidup dengan lebih layak.

 

Shopia Z