Bangun Pengolahan Sampah Membawa Asa Bagi Satgas 21-06 Serta Warga Bojongsuren

0
203

KAB. BANDUNG, — Selesainya pembangunan bak tempat pengolahan sampah untuk warga masyarakat di Bojongsuren Rw 11, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, membawa asa tersendiri bagi jajaran Sektor 21 Subsektor 06/Citepus serta warga setempat.

“Terimakasih untuk Bapak-bapak TNI Satgas Citarum yang telah ikut memperhatikan warga disini,” ucap tokoh masyarakat setempat, Yono, yang sempat diwawancarai oleh wartawan disekitar pembangunan bak sampah.

Keberadaan bak pengolahan sampah dilingkungan pemukiman tersebut menjadi vital, karena kebutuhan bagi warga masyarakat dan memanfaatkan keterbatasan lahan yang ada.

“Tadinya lokasi pembuangan sampahnya disini biasa saja. Namun sekarang setelah difasilitasi oleh Satgas, kondisinya menjadi lebih tertata,” kata Yono. “Ada bak khusus untuk membakar sampah,” tambahmya.

Kondisi awal tempat pembuangan sampah di Bojongsuren Rw 11 yang berbatasan dengan Sungai Citepus sebelum di renovasi oleh jajaran Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 06.
Dijelaskan oleh Dansubsektor 21-06/Citepus Pelda Edi Purwanto yang hari ini, Kamis (27/12/2018), melaksanakan kegiatan membersihkan area tempat pembuangan sampah tersebut, “Sarana bak sampah yang dibangun ini, selain untuk menjawab ekspektasi warga, juga sebagai wujud kepedulian serta edukasi untuk menjaga sungai dan lingkungan tetap bersih,” kata Edi.

Ukuran tungku untuk membakar sampah adalah 1,25 meter kali 2 meter yang dilengkapi cerobong asap. Sedangkan untuk tempat penampungan sampah panjangnya sekitar 2,5 meter. Termasuk dipasangi atap agar ada tempat untuk olah pilah sampah.

“Kami tambahkan benteng antara bak sampah dan talud,” ujar Edi.

Terkait dengan pengadaan bak sampah ini oleh jajaran Satgas Citarum Sektor 21 di tengah masyarakat, “Ini diharapkan menjadi trigger buat Pemerintah Kabupaten Bandung untuk peduli kepada rakyatnya. Jika pemkab memiliki anggaran, minimal tiap RW atau desa ada TPS (tempat pembuangan sampah sementara) ditambah dengan alat angkutnya,” harap Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

“TNI juga tidak ada anggarannya untuk ini, tapi terbantu oleh pihak-pihak yang peduli kepada lingkungan,” tambah Dansektor 21.(Elly)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here