Subsektor 02 Taklukan Sungai Cikeruh dari Bau Jadi Jernih

0
3069

KAB. BANDUNG, — Bila dulu aliran sungai Cikeruh berbau,  berwarna,  bahkan jijik melihatnya,  namun saat ini kondisinya jauh berbeda.

Sungai Cikeruh kini jernih, saat pemantauan,  Sabtu (26/1/2019) tak ada bau, bahkan sejumlah anak dengan asyik berenang, mereka ceria menikmati bermain dengan air, yang sudah lama tak mereka  rasakan,  namun kini keseruan dan keceriaan itupun menjadi pemandangan sehari-hari bagi anak-anak di aliran sungai Cikeruh, Kampung Pintu Air, Desa Rancaekek Kulon.

Sungai yang memiliki panjang sekitar 14 Kilometer ini, sebelum ada program Citarum harum kondisinya sangat memprihatinkan, banyaknya sampah yang menumpuk di pintu air serta  sedikitnya 9 pabrik membuang limbahnya ke sungai tersebut.

Namun kini orangtua dari sejumlah anak yang berenang menyaksikan langsung anak-anaknya berenang,  sebagai bukti lepasnya kekhawatiran mereka terhadap kwalitas air sungai tersebut.

“Sebelumnya ada warga yang mengirim video ke komandan sektor, kemudian saya konfirmasi ke komandan bahwa benar ini ada di wilayah sektor 21 subsektor 2 cileunyi,” ujar Dansubsektor 2 Serma Agus Gustomi.

Gustomi menjelaskan, beberapa bulan yang lalu kondisinya belum sejernih  ini, ada 9 pabrik penghasil limbah cair yang melewati aliran ini dan penumpukan sampah di pintu air sudah sangat memprihatinkan.

Gustomi menambahkan butuh waktu satu bulan setengah membersihkan tumpukan sampah yang diperkirakan mencapai 20-30 truk.

“Satu bulan setengah satgas berupaya membersihkan tumpukan sampah yang ada di pintu air, kira kira mencapai 30 truk bila harus dilakukan pengangkutan. Kami lakukan pembersihan secara manual, kami angkat ke pinggir sungai, setelah kering kami bakar, sementara untuk tanah sedimentasi nya sebagian ada warga yang memanfaatkan untuk pembuatan bata,” jelasnya.

Sembilan pabrik yang mengalirkan limbah cairnya ke sungai ini. Satgas Subsektor 21-2 Cileunyi secara konsisten melakukan pemantauan rutin, bahkan melakukan sidak malam hari bila menerima laporan dari masyarakat.

“Satu minggu atau seminggu dua kali, saya berikut anggota satgas disamping kerja rutin pembersihan korve di sungai, salahsatunya adalah memantau IPAL industri,” ujarnya.

Meski pengelola pabrik sudah mengaku proses limbahnya sudah bagus,  namun Walaupun  tetap dipantau.

“Siapa tau ada lubang pembuangan tersembunyi, tetap kita lakukan pemantauan, bahkan kita adakan patroli sidak malam hari, siapa tau buang limbah kotor di waktu malam,” tegas Gustomi.

Jumlah anggota satgas 14 personil, Satgas Subsektor 21-2 Cileunyi terus membangun kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, melalui sosialisasi komunikasi sosial (komsos) kepada warga khususnya warga yang dekat dengan bantaran sungai dan lingkungan yang terdapat tumpukan sampah.

“sosialisasi dengan terjun langsung ke masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai dan mengingatkan kebersihan adalah sebagian dari iman,” ujarnya.

“Kita juga sengaja pasang spanduk  himbauan kepada masyarakat di daerah yang banyak  sampah, namun dari 4 banner yang dipasang, tersisa tinggal 1 buah,” ucap Gustomi.

Sementara itu  warga RT 04/ 04  Nia yang rumahnya berdekatan dengan saliran sungai Cikeruh Rancaekek Kulon menjelaskan dulu sampah selalu numpuk, karena tidak ada pembuangan sampah, sehingga banyak yang membuangnya ke sungai.

“Sejak ada TNI semua jadi bersih,  karena semua jadi pada takut membuang sampah sembarangan.  Satu atau dua kali seminggu sampah ada yang ngambil, sekarang mah karena sudah ada bak pembuangan sampah,” ujar Nia yang mengucapkan terimaksihnya pada TNI.

Senada dengan Nia,  Isman warga RT 02/04 mengatakan sebelumnya  banyak penumpukan sampah, kesulitan disini tidak adanya TPS.

“Semua tidak terakomodir, selain itu air dari industri mengotori sungai Cikeruh ini, padahal dulu sebelum ada industri,  disini airnya jernih bisa dipake nyuci nyuci, ada insdutri kotor kembali,  namun sejak ada TNI, sungai ini berangsur angsur bersih, bahkan anak anak sering berenang,” kata Isman.

Elly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here