Lagi, KPK Tangkap Bupati Mesuji

0
1105

LAMPUNG,- Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menangkap Khamami, Bupati Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Dia terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Diduga berkaitan dengan transaksi suap proyek infrastruktur di Jabupaten Mesuji.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa Khamami memiliki harta kekayaan berjumlahRp 22 miliar.

Berdasarkan pantauan pada aplikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Kamis, 24 Januari 2019, Khamami tercatat dua kali menyetor LHKPN, yaitu pada 17 Juli 2011 dan 19 September 2016.

Terakhir, status Khamami sebagai calon Bupati Mesuji periode 2017-2022 saat melaporkan harta kekayaannya ke KPK.

Dari dua kali pencatatan LHKPN itu, tampak peningkatan harta kekayaan Khamami. Pada 2011, Khamami mencatatkan hartanya sebesar Rp 14.119.500.000, sedangkan pada 2016 melonjak menjadi Rp 22.431.879.296.

Harta kekayaan Khamami yang tercatat mendominasi berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Tulang Bawang. Totalnya ada 41 bidang tanah dan bangunan yang dimiliki Khamami.

Selain itu, Khamami memiliki deretan mobil serta motor yang totalnya 19 unit. Dari jumlah itu, 13 unit merupakan mobil, seperti Toyota Camry, Honda CR-V, Mitsubishi Pajero, Ford Ranger, Toyota Fortuner, serta mobil lainnya, seperti Mitsubishi Colt.

Pundi-pundi kekayaan Khamami juga berasal dari usaha lain. Tercatat, Khamami memiliki usaha sarang walet dan perkebunan kelapa sawit hingga penyewaan toko sebanyak 36 titik.

Khamami ditangkap KPK pada Kamis, 24 Januari 2019, tengah malam. Selain itu KPK terakhir menyebut ada 10 orang dari unsur swasta hingga pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mesuji yang turut ditangkap.

KPK menduga ada transaksi haram terkait proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji. KPK juga sudah menyita uang di dalam kardus yang diperkirakan sekitar Rp 1 miliar yang diduga sebagai uang suap.

Kepastian status hukum mereka yang ditangkap akan diumumkan KPK dalam konferensi pers. Saat ini status hukum mereka masih sebagai terperiksa.

Tim Satgas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT), di daerah Provinsi Lampung Rabu (23/1). Dalam operasi kedap tersebut, tim lembaga antirasuah tersebut menciduk seorang kepala daerah.

“Ada yang terkena OTT. Kepala daerah di Lampung,” kata seorang penegak hukum di KPK, Kamis (24/1) dini hari.

“Bupati Mesuji yang diamankan,” imbuh penegak hukum lain.

Selain menangkap kepala daerah, dalam operasi senyap ini, KPK juga mengamankan beberapa pihak lain yang diduga mengetahui dan terlibat dalam perkara dugaan suap menyuap tersebut.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan jika pihaknya tengah melakukan kegiatan penindakan.

“Iya ada kegiatan tangkap tangan di Lampung. Diamankan kepala daerah dan swasta,” kata Febri ketika dikonfirmasi media, Kamis (24/1) dini hari.

Namun, kendati membenarkan adanya kegiatan OTT yang dilakukan di tiga tempat yang berbeda, mantan aktivis antikorupsi ini belum bersedia merinci lebih jauh, ihwal siapa saja nama-nama pihak yang ditangkap, berapa barang bukti yang diamankan, dan terkait kasus apa kepala daerah dan pihak lain tersebut diamankan.

Andy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here