Keadilan Hanya untuk Caleg Ber-Uang dan Ber-Tulang

0
301

KAB. BANDUNG,- Pesta rakyat 5 tahunan merupakan sebuah demokrasi, di mana masyarakat memilih pemimpin untuk 5 tahun kedepan.

Terkait pemilu 17 April 2019 di Indonesia, memang dianggap sebagai pemilu yang sangat rumit se dunia, karena masyarakat dihadapkan dengan 5 kartu yang harus dicoblos, seperti Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten.

Berbagai kisah pahit pun dialami sejumlah konsestan calon legislitaif. Mulai dari ketidakadilan yang diterima hingga menjadi korban keserakahan.

Seperti yang dialami caleg nomor urut 4 dari partai Nasdem Dapil Cileunyi, Cilengkrang, Cimenyan dan Bojongsoang. Ia merasa dianaktirikan oleh Ketua DPC Partai Nasdem Kabupaten Bandung H. Agus Yasmin yang menjadi salah satu Caleg dari Jabar 2, yaitu Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

Ia justru berpihakan kepada salah satu calon yang berada di wilayah dapil 3 lainnya, sehingga caleg nomor urut 4 ini merasa dianaktirkan terkait mandat saksi untuk penghitungan rekapitulasi. Bahkan, Ketua PAC Cilenyi berserta stuktural juga  mendukung salah satu caleg dari dapil 3 tersebut.

Dengan kejadian ini Caleg nomor urut 4 dari Nasdem Ajeng Dini Nurhidayah dari Kecamatan Cileunyi merasa kecewa terkait tidak independennya stuktural partai yang dianggap merugikan dirinya

“Kami akan melayangkan surat surat kepada pimpinan DPW Jabar terkait keberpihakan ini. Kami ada bukti rekaman dari sumber sebagai bahan laporan dan bukti lainnya,” ujar Ajeng melalui Ketua Tim Pemenangannya, Yopi HSP.

Yopi menuturkan, keberpihakan tersebut terindikasi lantaran caleg yang dianakemaskan memiliki keunggulan financial. “Jadi kami istilahkan, keadilan H. Agus untuk yang ber-uang dan bertulang,” katanya.

Yopi juga mengakui telah mengkonfirmasi Ketua PAC Cileunyi Dedi. Dari Hasil rekaman Dedi mengatakan bahwa semua menjadi hak dari H. Agus Yasmin. “Tapi herannya kenapa dari pihak Bu Ajeng sebagai Caleg Partai Nasdem nomor urut 4 tidak diberi surat rekomendasi untuk menyaksikan sejumlah tahapan,” tambah Yopi.

Intinya, kata Yopi, semua saksi justru dari tim caleg nomor 1, sedangkan dari caleg nomor 4 tidak ada. “Dari hasil konfirmasi dengan saudara Dedi saya banyak menyampaikan sejumlah kecurangan di lapangan. Seperti indikasi kecurangan membuka kotak suara dari TPS, dan lainnya,” tambah Yopi.

Yopi berharap, atas temuan indikasi ini pihak DPW Jabar segera turun tangan menindaklanjuti keluhan Caleg Partai Nasdem nomor urut 4, Ajeng Dini Nurhidayah.

“Saya kira ini harus diluruskan agar kedepannya struktur partai berjalan sebagaimana mestinya. Tidak ada keberpihakan,” pungkasnya.

Y23