Kabid Humas Polda Jabar: Inilah Anev Operasi Ketupat Lodaya 2019 Selama 13 Hari

1
63

BANDUNG,-Polda Jabar beserta jajaran dan perkuatannya didukung instansi terkait dan mitra kamtibmas lainnya menyelenggarakan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi Operasi Ketupat Lodaya-2019 ” yang dilaksanakan selama 13 hari terhitung mulai tanggal 29 Mei s/d 10 Juni 2019.

Kabid Humas Polda Jabar mengatakan Operasi di provinsi Jawa Barat dalam bentuk Operasi Harkamtibmas yang mengedepankan kegiatan Satgas Turbinjali, Kamseltibcarlantas, lidik sidik dan Banops dalam rangka Pengamanan kegiatan Idul Fitri 1440 H, guna mewujudkan situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas yang kondusif sehingga masyarakat diwilayah Provinsi Jawa Barat dapat Merayakan Idul fitri dengan rasa aman dan nyaman

Dikatakannya hasil sebagai berikut :1.Perbandingan kejadian kejahatan 13 hari sebelum Operasi dan selama Operasi Ketupat Lodaya 2019 Selama 13 hari Ops Ketupat Lodaya – 2019 terjadi 170 kss, dibandingkan dgn 13 hari sebelum Ops Ketupat Lodaya – 2019 terjadi 474 kss ( 83 jenis kejahatan ), mengalami penurunan sebanyak 304 kss atau turun 64 %.

2Crime Indeks 7 jenis kejahatan (Curat, Curas, Curanmor, Bunuh, Curas Senpi, Aniaya berat dan tawuran) selama Operasi Ketupat Lodaya 2019Selama Ops Ketupat Lodaya Lodaya – 2019 periode tgl 29 mei – 10 juni 2019 terjadi 67 kejadian kejahatan dgn crime indeks : 19 curat, 5 curas, 20 curanmor, 2 pembunuhan, 14 anirat.

3.Tren Kejadian Crime Indeks Tindak Pidana selama Ops. Ketupat Lodaya 2019Jika dibandingkan crime indeks tindak pidana yang terjadi antara ops ketupat 2018 sebanyak 91 kasus dan 2019 sebanyak 67 kasus, maka crime indeks tindak pidana yang terjadi secara umum mengalami penurunan sebesar 24 kasus atau turun 26%.

4.Perbandingan Laka Lantas 13 hari sebelum Ops Ketupat Lodaya 2019 ( 16 -28 Mei 2019) dan 13 Hari selama Operasi selama Operasi Ketupat Lodaya 2019 (29 Mei -10 Juni 2019)Kejadian laka lantas selama Ops Ketupat – 2019 periode tgl 29 Mei – 10 Juni 2019, jika dibandingkan 13 hari sebelum Ops Ketupat – 2019 mengalami penurunan 287 kejadian atau turun 82%, korban meninggal dunia turun 100 orang atau turun 70%, Luka berat turun 14 orang atau turun 30%, luka ringa turun 262 orang atau turun 78%.

5.Data Laka selama Ops Ketupat Lodaya 2019. Kejadian laka lantas selama Ops Ketupat 2019 periode tgl 29 Mei – 10 Juni 2019 terjadi 58 kasus laka lantas, jika dibandingkan dengan Ops Ketupat – 2018 sebanyak 90 kasus, mengalami penurunan 32 kejadian atau turun 36 %.

6.Data Pelanggaran Lalu Lintas Ops Ketupat Lodaya 2019. Data pelanggaran lantas selama Ops Ketupat – 2019 periode tgl 29 Mei – 10 Juni 2019 sebanyak 6.782 naik sebesar 77%, jika dibandingkan dengan ops ketupat – 2018 sebanyak 3.480 pelanggaran.

7.CB/Strategi yang dilakukan (One way, contraflow, buka tutup arys dan kanalisasi sepeda motor)Data CB/Strategi yang dilakukan selama Ops Ketupat – 2019 periode tgl 29 Mei – 10 Juni 2019, sebanyak 683 naik sebesar 36% atau 547, jika dibandingkan dengan Ops Ketupat – 2018 sebanyak 136 CB/Strategi.

8.Data Macet/trouble shoot selama Ops Ketupat Lodaya 2019. Data macet/troubleshoot yang dilakukan selama Ops Ketupat – 2019 periode tgl 29 Mei – 10 Juni 2019, sebanyak 282 naik sebesar 34,39% atau 200, jika dibandingkan dengan Ops Ketupat – 2018 sebanyak 82 CB/Strategi.

9.Data volume kendaraan selama Ops Ketupat Lodaya 2019. Puncak arus mudik selama Ops Ketupat – 2019 periode tgl 29 Mei – 10 juni 2019 pada tgl 10 Juni 2019 atau H + 5 sebanyak 620.442 kendaraan dan puncak arus balik terjadi pada tgl 10 Juni 2019 atau H + 5 sebanyak 572.072 kendaraan.

10.Data penumpang arus mudik selama Ops Ketupat Lodaya 2019. Data penumpang arus mudik selama Ops Ketupat – 2019 periode tgl 29 Mei – 10 Juni 2019, sebanyak 541.623 penumpang naik sebesar 397.817 atau 377,62% , jika dibandingkan dengan Ops Ketupat – 2018 sebanyak 143.806 penumpang

11.Data penumpang arus balik selama Ops Ketupat Lodaya 2019. Data penumpang arus balik selama Ops Ketupat – 2019 periode tgl 29 Mei – 10 Juni 2019, sebanyak 1,226,413 penumpang naik sebesar 1.102.408 atau 989% , jika dibandingkan dengan Ops Ketupat – 2018 sebanyak 124,005 penumpang

Sementara itu, Kejadian menonjol selama Ops Ketupat Lodaya 2019. .kecelakaan lalulintas, Pada hari Jum’at, tgl 31 mei 2019, pkl 15.20 wib di jalan pantura jurusan jakarta – cirebon Kp. Cibanggala Ds. Tanjungrasa Kec. Patokbeusi Kab. Subang. (Depan Rm Luwes) telah terjadi laka lantas, antara kendaraan minibus toyota avanza no.pol : B-111-SZA yang dikemudikan oleh sdr Abdul dengan spd motor honda verza no.pol : B-4061-FJY dan spd motor Yamaha Nmax No.Pol : B-6162-WOQ dikendarai oleh sdr Eko Pranajaya. Akibat kejadian 4 (empat) orang meninggal dunia dan 2 (dua) orang luka ringan.

PENGEROYOKAN YANG MENGAKIBATKAN KORBAN MENINGGAL DUNIA Pada hari minggu, tgl 2 Juni 2019, pkl 23.15 wib di jl. Raya Puntang, tepatnya di Kp. Kebon Tunggul rt. 01/04 Desa Campaka Mulya Kec. Cimaung Kab. Bandung telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap korban sdr. Ujang alias Jani alias Askul dan sdr. Billa Riski Mauludin yang mengakibat korban sdr. Ujang alias Jani alias Askul meninggal dunia di Rumah Sakit Al Ihsan dan korban sdr. Billa Riski mengalami luka memar di bagian pundak dan kaki sebelah kanan.

KERETA API ANJLOK
Hari Rabu, 29 Mei 2019, pkl 17.00 telah terjadi kereta api anjlok di kilometer 193 – 192 antara stasiun Lebak Jero dan stasiun Nagreg. Kereta api Lodaya jurusan Solo – Bandung di jalur Nagreg (jalur selatan ka) pada pukul 17.00 wib. Seluruh penumpang selamat (tidak ada korban) dan langsung di evakuasi. Situasi kamtibmas kondusif.

Hari Senin, 3 Juni 2019, pkl 12.36 pukul 12.36 wib di jalur rel kereta api km. 193+7 Desa Ciherang Kec. Nagreg Kab. Bandung telah terjadi kereta api anjlok (keluar dari jalur rel) ka Serayu Jurusan Purwekerto – Pasar Senen, Jakarta. Seluruh penumpang selamat (tidak ada korban) dan langsung di evakuasi. Situasi Kamtibmas kondusif

KEBAKARAN PASAR TRADISIONAL
Hari Minggu, 9 Juni 2019, pkl 22.00 wib di Pasar Ujungberung, Kec Ujungberung Kota Bandung. Terjadi kebakaran beberapa toko/jongko. Menurut keterangan saksi sdr. Parman kepulan asap di bawah tangga di belakang jongko buah buahan dan api pun membesar yang akhir nya menjalar ke toko/jongko pakaian dan toko/jongko yang lainnya. Jumlah kios yang terbakar ± 28 kios kemudian api dapat dipadamkan oleh 12 unit damkar. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

MOBIL PICKUP MASUK JURANG
Pada hari Senin siang, 10 Juni 2019, telah terjadi Laka Lantas, yaitu sebuah mobil pick up berisi 17 orang masuk jurang sedalam 100 meter di Kec. Talegong, Kab. Garut. Kecelakaan bermula ketika mobil pick up Nopol D 8525 YD melaju dari arah Cisemu menuju ke Pangalengan Kab. Bandung, melintas di Kampung Prapatan Talegong Kec. Talegong, saat melewati tanjakan sekitar lokasi, sopir a.n. Wiwih Warsita diduga mengantuk, sehingga tidak bisa mengendalikan kendaraan dengan baik. Sebelum jatuh ke dalam jurang, mobil sempat menabrak 1 unit sepeda motor yg melintas di jalur. Korban 17 luka ringan dan 2 luka berat dibawa ke RS di Kota Bandung

Yadi

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here