Bagi-bagi Duit untuk Menangkan Petahana, Empat Warga Diserahkan ke Polisi

0
381
Masyarakat Desa Triharjo bersama anggota tim kuasa hukum warga saat menyerahkan empat tersangka money politic ke Polsek Merbau Mataram, Lampung Selatan, Jumat (28/6/2019)

LAMSEL,- Dalam setiap kompetisi, para peserta tentu menginginkan dirinya menang, mengungguli lawan-lawannya. Hal ini juga terjadi bahkan sedang viral di Desa Triharjo ,Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan. Pasalnya, empat warga diduga tim sukses dari calon kepala desa petahana terindikasi bagi-bagi uang agar warga memilih salah calon kepala desa petahana.

Empat orang warga Desa Triharjo Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan itu pun diamankan warga jelang hari pencoblosan pilkades serentak lalu. Bahkan salah satu pelakunya ditenggarai sebagai anggota panitia pemilihan desa.

Warga setempat, Edi Santoso mengatakan, gerak-gerik para pelaku sudah tercium oleh warga sejak malam sebelum pencobloasn. “Dari malam sudah kami intai. Saat esok harinya setelah kami punya bukti, maka kami bersama warga mengamankan emap orang pelaku ini,” kata Edi, Jumat  (28/6/2019).

Dikatakan Edi, keempat pelaku itu diamankan di kediamannya masing-masing, dan ditemukan barang bukti sejumlah amplop berisi uang Rp70 ribu dan catatan nama-nama warga yang telah menerima sebanyak 29 orang.

“Dari pengakuan para pelaku, mereka membagikan uang tersebut bertujuan untuk memenangkan calon kades nomor urut 2 yang notabene adalah calon petahana,” imbuh Edi, seraya mengatakan selanjutnya warga menyerahkan keempat pelaku tersebut ke Polsek Merbau Mataram.

Kapolsek Merbau Mataram, Ipda Eko Budiarto saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Namun dikatakan Eko, bahwa masalah hukum terkait dugaan money politik itu ditangani oleh Polres Lampung Selatan.

“Langsung saja ke Kasat (Reskrim). Karena saat warga mau laporan, petunjuk dari atasan agar dapat diarahkan ke Polres,” kata Eko.

Sementara anggota tim kuasa hukum warga, Dimas Ronggo Panuntun mengatakan bahwa pihaknya akan mengawal masalah ini agar berjalan sesuai Koridor hukum yang berlaku. Dikatakan Ketua Advokasi Bela Rakyat Lamsel ini, jika dugaan ini benar maka telah menciderai hak demokrasi rakyat.

“Untuk tingkatan desa saja, money politik dianggap hal lumrah, bahkan melibatkan pihak penyelenggara. Untuk itu kami berkomitmen untuk mengawal masalah ini sampai tuntas, agar tidak jadi preseden buruk bagi masyarakat luas,” tukas Dimas. []

Selamet Riyadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here