Dansektor 21 Buka Kembali Saluran Limbah PT Triana Harvestindo

0
49

CIMAHI – Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat beserta jajarannya dan petugas DLH Kota Cimahi sidak ulang PT Triana Harvestindo Nusantara, Jalan Mahar Martanegara, Cimahi, Selasa (13/8/19).

Setelah melakukan pengecekan secara seksama, mulai dari pengolahan awal hingga pengolahan akhir limbah perusahaan, Komandan sektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat akhirnya memutuskan untuk membuka kembali saluran pembuangan limbah yang sebelumnya ditutup oleh satgas.

Dua minggu yang lalu tanggal (30 juli 2019), kata Dansektor 21, pabrik ini masih kedapatan membuang limbah tidak sesuai parameter yang satgas terapkan, masih berwarna tidak bening sehingga kami melaksanakan penutupan lubang pembuangan ipal-nya, untuk segera diperbaiki dikelola dengan baik.

“Sekarang sudah dua minggu ternyata sudah bisa diperbaiki, tadi hasilnya sudah jelas saya ambil air olahan limbah bening, ikan koi juga hidup, kita lihat semua, kita saksikan semua”, ujar Kolonel Yusep.

“Ini yang kita harapkan semua pabrik terutama tekstil, untuk mengelola limbah baik limbah produksi, besar atau kecil untuk mengolah limbahnya dengan baik”, tegasnya.

Dansektor 21 juga berharap hasil pengolahan limbah PT Triana Harvestindo Nusantara tetap dijaga dengan konsisten, karena selain mendukung program citarum harum dan meringankan tugas satgas, “juga untuk para pelaku industri, yang sudah melaksanakan pengolahan dengan baik tidak akan waswas lagi, karena bagi yang belum melakukan perbaikan suatu saat pasti akan kami tutup bila ditemukan oleh satgas”, ungkapnya.

Pada kesempatan ini, lanjut Dansektor 21, satgas juga bersama petugas dari DLH Kota Cimahi bersama sama ikut menyaksikan pengecekan. “Yang jelas, kita dengan DLH menjalankan tugas yang sama, menegakkan penaatan lingkungan”, tuturnya.

Sementara, Direktur PT Triana Harvestindo Nusantara Tony Oey, yang ikut mendampingi satgas melakukan pengecekan ulang mengatakan bahwa selama ini telah melakukan berbagai perbaikan dalam pengolahan IPAL pabriknya. Bahkan, katanya, peningkatan dan perbaikan sudah dimulai sebelum program Citarum Harum.

“Selama beberapa tahun ini kami menambah filter bak lumpur, dan penambahan instalasi lainnya”, ucapnya.

Setelah dilakukan penutupan kemarin, pihak pabrik melakukan penataan pada bak efluent terakhir dengan merenovasi bak akhir menggunakan keramik dan terlihat nampak bersih dan rapih.

“Kita mengubah bak bak efluent terakhir, dengan lebih tertata dan rapi”, pungkasnya.

Dari pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, diwakili oleh Eko Prayitno mengakui bahwa hasil pengolahan limbah perusahaan ini sudah terlihat jauh lebih baik, namun pihaknya akan menguji lebih lanjut di laboratorium.

“Pengawasan oleh satgas, dan tindaklanjuti oleh Dinas Lingkungan Hidup, dan saya kira (hasilnya) sudah baik, namun butuh diuji secara hasil laboratorium”, tandasnya.**

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here