Rekening KIP Murid Dipegang Sekolah, Kadis Membolehkan

0
49
Plt Kepala Dinas Pendidikan Musirawas, Hartoyo

MUSIRAWAS,– Wali murid kesal lantaran buku rekening bantuan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Sekolah Dasar (SD) tak pernah dipegang wali murid. Buku itu sudah lama dipegang pihak sekolah. Bahkan, untuk melihatnya saja, orangtua tak dibolehkan pihak sekolah.

Hal ini terjadi di SDN Suban Jaya, Kecamatan Tuah Negeri, Musirawas, Sumatera Selatan. Buku rekening murid dan kartu KIP disimpan pihak sekolah dengan alasan supaya buku tersebut aman dan membantu, serta mempermudah proses pencairan. Hal demikian, disampaikan wali murid, warga Suban Jaya yang meminta namanya dirahasiakan, belum lama ini.

“Apabila buku rekening KIP ditanya wali murid, alasan pihak sekolah ada ada saja, katanya buku itu takut hilanglah, takut sobeklah dan dimakan tikuslah. Bahkan wali murid mau lihat dan minta foto copy-an buku rekening  KIP, maksudnya supaya tahu berapa jumlah penarikan uang bantuan tersebut, namun tak dikasih,” ujarnya kesal.

Sistem pembayaran dana bantuan KIP di sekolah, sampai sekarang murid langsung menerima dari pihak sekolah, tak pernah walid murid yang mengambil sendiri ke bank.

“Tahun 2018 lalu siswa menerima dana bantuan program KIP dari sekolah dan jumlah nilai duitnya cukup, tak berkurang sama sekali. Tapi, tahun ini hampir rata-rata murid di sekolah  menerima bantuan program KIP, duitnya berkurang alias dipotong,” kata dia.

Bahkan, imbuhnya, jumlah murid SDN Suban Jaya menerima bantuan KIP tahun ini jumlahnya berkurang. Dari 14 murid terdaftar timbul hanya 7 murid. Padahal, nama- nama murid temannya itu tahun 2018 lalu menerima bantuan program KIP, kini mereka tak menerima lagi.

“Tahun 2018 lalu anak saya dan murid lainnya menerima dana bantuan KIP di sekolahnya cukup, persiswa Rp400 ribu, tak ada potongan. Tahun 2019 bulan Januari sampai Mei murid menerima dana KIP tak sampai lagi Rp 400 ribu, malah berkurang Rp100 ribu, sehingga mereka terima sebesar Rp 300 ribu,” bebernya.

Hartoyo, Plt Kepala Dinas Pendidikan Musirawas, belum lama ini mengatakan, soal kartu dan buku rekening KIP semestinya dipegang wali murid, tetapi pihak sekolah pun boleh megang buku ini untuk menghindari hilang dan membantu serta mempermudah proses pencairan dana KIP.

Setiap murid sekolah dasar menerima dana program KIP hampir seluruh mempunyai buku rekening. Kalau untuk SMP walaupun anak itu punya kartu KIP belum tentu punya buku rekening.

“Dari pengalaman sekolah, apabila buku rekening dipegang wali murid sering hilang dan sobek, masyarakat disuruh buat lagi agak susah karena prosesnya rumit, sehingga menghambat proses pencairan,” ujarnya.

Dikatakannya, dari daftar tahun lalu, jumlah murid sekolah dasar Musirawas menerima bantuan program KIP mencapai belasan ribu. Tapi, dari jumlah daftar itu masih ada anak yang sudah tidak sekolah, berhenti dan meninggal dalam daftar namanya masih ada.

“Jika namanya dalam daftar itu masih tercantum, walaupun dia punya kartu, punya KTP dan KK wali murid, jika status anak itu tak sekolah lagi, maka dana itu tak bisa dicairkan,” terangnya.

Ia menjelaskan, nilai uang bantuan program KIP bagi murid sekolah dasar persiswa sekitar Rp 400 ribu, dibayar paling cepat setengah tahun sekali.

Kadis saat ditanya bagaimana yang terjadi soal murid di SDN Suban Jaya menerima bantuan dana KIP berkurang alias dipotong, Hartoyo tak mau memberikan penjelasan, malah Kadis menyuruh temui Kepala SDN Suban Jaya.

“Nama kepala sekolahnya saya tidak tahu, No Hp-nya tidak punya, soal murid menerima bantuan dana KIP kurang atau kena potong , silahkan temui kepala sekolah di sana,” tutupnya. (Toni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here