GMBI Menduga Ada Pelanggaran Terhadap Ratusan Karyawan Sinohydro

0
159
Audiensi dengan pihak perusahaan Sinohydro di Aula Disnaker Sumedang

SUMEDANG,- LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) menyatakan akan terus memperjuangkan nasib 700 orang karyawan Sinohydro untuk mendapatkan keadilan. GMBI juga menuntut pihak terkait seperti Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan perusahaan agar dapat menindaklanjuti sejumlah tuntutan, salah satunya pihak Sinohydro harus menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai pekerja tetap. Sebab, GMBI menduga ada penyimpangan mekanisme yang dilakukan oleh managemen Sinohydro.

Demikian disampaikan Ketua LSM GMBI Distrik Sumedang, Yudi Tahyudin Sunardja saat audiensi dengan pihak perusahaan Sinohydro di Aula Disnaker Sumedang, Kamis (12/9/2019).

“Sinohydro merupakan perusahaan yang ditunjuk dalam pengerjaan proyek pembanguan Perusahaan Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede. Namun di tengah perjalanan mempekerjakan pegawai tidak sejalan dengan aturan perundang-undangan sebagaimana yang tertuang dalam pasal 57 ayat 1 undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yang mengatur Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), Pasal 59 ayat 5, Pasal 58 ayat 1 UU nomor 13 tahun 2013,” papar Yudi.

Tak hanya itu, imbuh Yudi, terindikasi juga adanya pelanggaran yang bersebrangan dengan undang undang nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Masih banyak persoalan dan dugaan pelanggaran yang dilakukan managemen Sinohydro terhadap ratusan karyawannya, sehingga kami mendorong pihak terkait untuk sesegera mungkin menindaklanjutinya. Sebab kami berbicara seusai dengan data dan laporan dari karyawan Sinohydro itu sendiri,” tegas Yudi.

Olehkarena itu, tambah Yudi, apabila setelah audiensi yang difasilitasi oleh Disnaker Sumedang ini tidak menghasilkan solusi terbaik, maka GMBI akan membawa persoalan itu ke ranah hukum.

“Bahkan, kami akan menggelar aksi unjukrasa bersama 700 karyawan Sinohydro, apabila sejumlah tuntunnya tidak dipenuhi, ” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Sumedang Asep Sudrajat didampingi Sekdis Jarkasih bersama unsur Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jabar berjanji akan menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan 700 pekerja Sinohydro yang telah dikuasakan melalui LSM GMBI Distrik Sumedang.

“Telah dilaksanakan audiensi, yang dihadiri oleh managemen Sinohydro, perwakilan karyawan dan Ketua GMBI Distrik Sumedang. Audiensi inipun telah dituangkan dalam berita acara yang isinya, pihak terkait akan mematuhi apa yang tertuang dalam perundang undangan ketenagakerjaan,” tandasnya. (abas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here