Jokowi & Moeldoko, Dinamic Duo

0
310

JAKARTA,- Setelah Kastaf Presiden RI dijabat Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan (LBP), dan diteruskan oleh Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, ada semangat baru para Relawan Jokowi Non-Partai untuk terus mengawal Presiden Jokowi.

“Jikalau memang diperkenankan, kiranya Jenderal Moeldoko mau dan ikhlas mengemban tugas lagi sebagai Kastafpres RI tahun 2019-2024, agar kita lebih maksimal menghantar Jokowi hingga akhir jabatan di tahun 2024 mendatang,” ungkap Arief P Suwendi, salah satu Relawan Jokowi yang menggagas pelaksanaan Kongres Relawan Jokowi Sedunia (KRJS) tahun 2013 lalu di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung.

Menurut pria yang kini juga memprakarsai lahirnya Alumni Kongres Relawan Jokowi Sedunia (AKRJS)  2013 bersama Erwin N. Sitompul dan S. Silaban yang juga para pemrakarsa KRJS 2013 itu, kabinet mendatang pasti lebih berwarna, maka harus ada penyeimbang. Dan, penyeimbang itu ada di Relawan Jokowi sebagai ‘moral force, karena political force milik parpol pendukung.

“Jenderal Moeldoko pastinya telah belajar banyak dan memahami bahwa Relawan Jokowi non-partai pun punya kekuatan dan kemampuan melakukan check and balance jalannya para pembantu presiden”, ungkap pria yang karib disapa Papa Rief  itu.

“Sebagaimana kita ketahui, pasca pelantikan Presiden dan Wapres RI tahun 2019-2024 tangg 20 Oktober 2019 mendatang, kabinet Nawacita Jilid II akan segera diumumkan oleh Presiden Jokowi. Karenanya, Kantor Staf Presiden (KSP) yang saat ini dipimpin Moeldoko akan demisioner sejak tanggal 19 Oktober 2019,” tuturnya.

“Apakah akan tetap bernama Kantor Staf Presiden (KSP) atau nama baru. Kita lihat saja nanti. Pastinya akan muncul lagi keputusan presiden berikutnya,” tambah Arief saat ditemui di sebuah foodcourt kawasan Jakarta Selatan, Rabu (16/10) lalu.

Menurutnya lagi, karena institusi KSP berfungsi sebagai pengelola program kabinet dan unitnya, maka masih perlu ada yang menemani Jokowi kedepannya.

“Nanti kita lihat  apakah akan berdiri sebagai lembaga sendiri, atau berada di bawah Sekretariat Kabinet. Yang jelas, lembaga ini keberadaannya cukup strategis bagi Presiden Jokowi. Semacam Public Relation Presiden ya? Karena mereka harus standby , fasilitator,  mengeksekusi dan bersinergi dengan lintas kementerian yang ada. Termasuk bersinerji dengan Relawan Jokowi non-partai.”

“Tidak dipungkiri, dan banyak dilupakan orang, bahwa Relawan Jokowi itu ada dua jenis, yang satu relawan yang lahir dari sayap parpol, satu lagi relawan murni. Ini yang kami sebut relawan non-partai. Umumnya relawan non-partai itu miskin, miskin logistik, miskin akomodasi dan transportasi. Namun konsep dan strateginya tidak dapat dilihat sebelah mata. Mereka umumnya tinggal diluar Jakarta, tersebar disekitar 70.000 desa di seluruh Indonesia dan multi-profesi. Seperti Forum Wartawan Pancasila, itu kumpulan relawan yang pekerja media, IPARI satu kumpulan relawan yang aktif dibidang pertanian/agrobisnis, Pagaralam Expose kumpulan relawan penggiat dan petani Kopi , dan sebagainya. Mereka tidak kalah juga militansi dan buah pikir/gagasannya.”

“KSP memang bukan rumah Relawan Jokowi, namun jangan menghindar jika KSP bisa menjadi ‘Ayah angkat Relawan Jokowi non-partai. Tanpa harus melanggar aturan yang ada,” papar Arief.

Sebelum pamit, Arief masih berharap Moeldoko masih mau dan ikhlas menjabat lagi sebagai Kepala Staf Presiden tahun 2019-2024. Karena Jokowi memang masih perlu Moeldoko, saling mengisi, Dinamic Duo.

“Kantor Staf Presiden merupakan Unit Staf Kepresidenan yang dibentuk dengan Perpres No. 26 tahun 2015 tentang Kantor Staf Presiden, untuk memberi dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam mengendalikan pelaksanaan tiga kegiatan strategis, yaitu pelaksanaan program-program prioritas nasional, aktivitas terkait komunikasi politik kepresidenan, dan pengelolaan isu strategis.(Boni/Aps)