Menteri Terpilih Harus Produktif

0
114

JAKARTA,– Komposisi kabinet saat ini, di mana unsur profesional 21 orang dan 18 orang dari parpol, merupakan bukti bahwa Presiden Jokowi memang tidak bisa diatur siapapun.

“Kita yang mengaku relawan Jokowi non-partai pastinya akan mendukung penuh keputusan Presiden Jokowi. Beliau tahu yang terbaik bagi bangsa dan negara besar ini hingga akhir jabatannya di tahun 2024 mendatang. Kalau pun tentunya tidak memuaskan banyak pihak, khususnya ketum organ relawan dengan segala keinginannya, kita harus hormati keputusan presiden Jokowi. Termasuk dengan adanya Prabowo sebagai Menteri Pertahanan RI,” ungkap Arief P. Suwendi, Alumni Kongres Relawan Jokowi Sedunia (AKRJS) 2013, Rabu, 23  Oktober 2019.

Sementara Erwin N. Sitompul yang juga pengurus AKRJS 2013 bidang Media dan Koordinator Forum Wartawan Pancasila (FWP) menambahkan bahwa menteri-menteri yang sudah terpilih harus mampu bekerja cepat, bekerja keras, dan bekerja produktif sesuai visi Presiden Jokowi.

“Alumni AKRJS dan FWP sendiri punya tolok ukur untuk menilai kinerja para menteri, yakni strategis, profesional, loyal, taktis dan chemistry (stranaltis-Chemistry),” ungkap dia.

Senada disampaikan Corny Rahmawati SH, Tim Hukum AKRJS 2013. “Kami akan menjadi sparing partner para menteri dan komisaris serta direksi BUMN, sebagaimana selama ini kami lakukan. Apalagi angka paparan radikalisme di PNS/ANS sudah cukup memprihatinkan. Maka dari itu Mendagri diserahkan kepada Jend. Pol. Tito Karnavian untuk bersih-bersih di lingkungan PNS/ASN.”

“Struktur Kabinet Nawacita Jilid-II harus lebih baik dan sehat dalam segala hal dari sebelumnya. Prestasi BUMN tahun 2018-2019 yang untung lebih dari Rp 200 milyar hilang dimata publik karena ise terpaparnya PNS/ASN. Selamat bertugas pak Tito,” kata Corny.

Yuto Silondae, SH dari AKRJS 2013 wilayah Sulawesi Tenggara pun berpendapat bahwa semua keputusan Presiden Jokowi harus dihormati, dipahami dan dijalankan dengan baik oleh para relawan non-partai. “Penanganan korupsi harus lebih maksimal, termasuk penyelesaian kasus KPK,” imbuhnya.

Diakhir diskusi teman-teman AKRJS 2013 Rabu (23/10) di kedai kopi area Jakarta Pusat, mereka mengucapkan selamat datang kembali kepada Jenderal TNI (Purn) Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden RI, dan selamat datang Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. (Rahma)