Kunjungi Makorem 043/Gartam, FKN Unhan Dalami Potensi Konflik Sosial

0
62

BANDAR LAMPUNG,- Sebanyak 60 mahasiswa Program Studi Manajemen Bencana serta Program Studi Damai dan Resolusi Konflik Fakultas Kemanan Nasional (FKN) Unhan dipimpin oleh Dekan FKN Laksa TNI Dr. Siswo Hadi Sumantri, ST MMT, didampingi oleh Wakil Dekan FKN Unhan Laksma TNI Dr. M. Adnan Madjid, S.H., M.Hum. serta Ses Prodi Damai dan Resolusi Konflik Fakultas Keamanan Nasional  (DRK) Unhan Kolonel Laut (T) Dr. Agus Adriyanto, S. dan Ses Prodi Manajemen Bencana (MB) Fakultas Keamanan Nasional Unhan Kolonel Kes. Dr. IDK. Kertawidana, SKM., MKKK mengunjungi Makorem 043/Garuda Hitam pada Kamis (21/11). Kegiatan yang diisi dengan agenda paparan kinerja Korem 043/Gartam dan diskusi ini dilaksanakan di Ruang Serbaguna Makorem 043/Gartam.

Civitas akademika Unhan disambut oleh Komandan Korem 043/Garuda Hitam, Kolonel Inf Taufiq Hanafi. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran Komandan Kodim di Provinsi Lampung dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Pertahanan Provinsi Lampung.

Kunjungan mahasiswa Program Studi Damai dan Resolusi Konflik serta mahasiswa Program Studi Manajemen Bencana ini dimaksudkan untuk mendalami potensi konflik sosial serta potensi bencana di Provinsi Lampung serta peran TNI dalam menanggulanginya. Hal ini selaras dengan tema yang diusung kedua program studi pada rangkaian kegiatan study visit, yakni Prodi DRK dengan tema “Peran Pemerintah Daerah dan Stakeholder dalam Penanggulangan Konflik” dan Prodi MB dengan tema “Sinergitas Pentahelix Penanggulangan Bencana dalam mewujudkan keamanan Nasional”.

Melalui paparannya, Danrem 043/Gartam menjelaskan tentang peran TNI dalam menjaga kondusifitas di wilayah Provinsi Lampung dan sinerginya dengan unsur lain. Adapun Provinsi Lampung dikenal sebagai miniatur Indonesia karena keberagaman masyarakatnya yang tinggi baik dalam aspek suku, budaya, maupun agama. Korem 043/Gartam dalam upaya mencegah konflik di masa depan melakukan sosialisasi terhadap tokoh masyarakat, pemuda, dan pemuka agama di setiap daerah di Provinsi Lampung. Langkah yang dilakukan Korem 043/Gartam untuk meredam konflik yang telah terjadi dengan melaksanakan pam dan patroli, melaksanakan pendekatan terhadap sejumlah tokoh, tatap muka dengan sejumlah pihak yang terlibat konflik, serta bersinergi dengan Polda Lampung dalam upaya menanggulangi adanya konflik-konflik susulan.

Pada sesi kedua, Danrem 043/Gartam memaparkan tentang peran Korem 043/Gartam dalam upaya meningkatkan kapasitas mitigasi bencana masyarakat Lampung dan langkah taktis saat kejadian dan pasca bencana alam. Korem 043/Gartam memfokuskan pada pembinaan teritorial (binter) untuk memberikan edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat. Selain itu, Korem 043/Gartam juga terlibat langsung dalam menangani dampak bencana alam yang terjadi di wilayah Provinsi Lampung.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dengan Danrem 043/Gatam mengenai materi yang telah dipaparkan. (abas)