Pertama Diluar Pulau Jawa, Titiwangi Tercatat Sebagai Desa Inklusi Keuangan

0
143

LAMPUNG SELATAN, — Menjadi sejarah baru bagi Desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, tercacat sebagai desa pertama di luar Pulau Jawa yang tercatat sebagai Desa Inklusi Keuangan sekaligus menjadi Galeri Investasi dan Edukasi keuangan.

Hal tersebut di nyatakan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Lampung, meresmikannya.

Acara Peresmian yang di gelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Candipuro, dan Gedung BumDes Titiwangi yang dihadiri oleh Kepala OJK Perwakilan Lampung, Indra Krisna, Kepala BEI Lampung, Hendi Prayogi, Sekda Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, Kepala Mandiri Sekuiritas, M Bagus Pambudi dan Sekdakab Lampung Selatan, Fredy.

Hadir juga dalam acara peresmian, Camat Candipuro Wasidi, Kapolsek Candipuro, AKP Deprison, Kepala desa (Kades) se-Kecamatan Candipuro dan warga Desa Kecamatan Candipuro.

Kepala Desa Titiwangi Sumari menyampaikan, “Kami selaku Pemerintah Desa akan mencoba memberikan pemahaman serta mensosialisasikan kepada masyarakat agar untuk lebih mengenal ketika ingin menginvestasikan uangnya kepada bursa saham yang sudah bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia, supaya masyarakat nantinya tidak salah lagi untuk menginfestasikan uangnya ke lembaga keuangan yang bodong,” ujar Sumari.

“Semoga masyarakat dengan adanya galeri investasi keuangan di Desa Titiwangi ini mau menginfestasikan uangnya ke perusahaan yang bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia,” imbuh Sumari.

Desa hanya sebatas mensosialisasikan dan siap membantu ketika masyarakat ingin menginfestasikan uangnya. Jadi dengan diresmikannya program “Desa Inklusi Keuangan” tersebut, yakni sebagai layanan yang merangkul warga di pelosok desa agar tidak terjebak janji-janji manis pelaku kejahatan untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan berkedok investasi.

Sementara Sekda Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto mengatakan, “Dengan diresmikannya Desa Titiwangi ini sebagai Desa Inklusi Keuangan dan adanya Galeri Investasi pertama di luar Pulau Jawa dan di Lampung, kita dorong sehingga ini berdampak positif bagi ekonomi masyarakat, Inklusi keuangan ini lebih lengkap, sementara untuk nabung saham hanya menabung,” ujar Darminto.

Jadi sudah ada salurannya, yakni di Desa Inklusi Keuangan. Kalau ke Bank Deposito, tabungan, pasar modal, saham atau lainnnya dan itu justru lebih penting.

“Masyarakat yang punya uang, jangan dititipkan lagi ke investor yang tidak jelas atau ilegal. Dengan adanya literasi yang cukup tinggi, mereka paham dan tidak mudah untuk ditipu-tipu lagi maka akan lebih baik lagi kalau mereka paham, cerdas dan terlibat juga secara bijak tingkat inklusifitas masyarakat sudah 76 persen berarti mereka sudah terlibat. Tapi untuk pemahaman literasinya baru 38 persen, artinya mereka belum paham tapi sudah berinteraksi,” jelasnya.

Selain itu Kepala OJK Provinsi Lampung, Indra Krisna mengatakan, “Dengan diresmikannya Titiwangi sebagai Desa Inklusi Keuangan, masyarakat agar lebih paham dan pintar apa yang namanya produk dan lembaga jasa keuangan. Di literasi inklusi ini, kita berikan pemahannya dan masyarakat bisa memilih mau kemana mereka jadi literasi Inklusi ini lebih luas lagi daripada nabung saham,” terang Indra.

Pihak OJK akan memberikan pelatihan dan pemahamahan terkait literasi inklusi tersebut melalui duta inklusi, mereka ini yang nantinya sebagai innovator yang memberikan pelatihan, dan lainnya jika ada warga yang bertanya maka dia yang menjelaskan.

Jadi duta inklusi ini nanti kita latih dan diberikan pemahaman. Selain itu juga kedepannya, Desa Inklusi Keuangan ini akan kita lengkapi lagi seperti Laku Pandai, aktifitas keuangan mikronya, BUMDes nya atau lainnya tapi semua itu bertahap.

Desa inklusi ini lebih luas daripada desa nabung saham. Mereka bisa memberikan tempat-tempat untuk literasi, sehingga literasi inklusi itu memberikan pemahaman ke masyarakat apa itu produk-produk jasa keuangan agar masyarakat bisa memahami.

Selamet-Andy