Jack Boyd Lapian & Kadiv Humas Polri: FGD Humas Polri Hingga UU Medsos

0
157

JAKARTA,– Acara Forum Grup Diskusi (FGD) Divisi Humas Polri digelar di Ballroom Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Rabu (27/11/2019) mulai pukul 14.00 WIB. Namun, sejak pukul 11.30 WIB ballroom telah dipenuhi undangan perwakilan kampus, LSM/ormas, pers dan undangan khusus lainnya.

“Kami selalu mencari konten-konten faktual dan punya added-value. Itu yang membuat undangan hadir. Jika satu roundtabel ada 10 kursi, maka ini lebih dari 130 orang yang hadir, diluar ekspetasi saya. Belum dengan yang di luar ruangan, karena tidak mendapat kursi,” jelas Jack ‘Boyd’ Lapian, di awal jumpa menjelang acara.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal. Di antara materinya ia mengatakan, Divisi Humas Polri bukan melulu menjadi juru bicara yang melayani para media/pers saja, namun juga seiring waktu secara perlahan terus melayani masyarakat.

“Kami siap menstranformasi tugas rutin, dan tidak hanya fokus kepada juru bicara, tapi memaksimalkan berkomunikasi, bersinerji dan menyapa masyarakat. Ibaratnya kami adalah Public Relations. Inshaa Allah kedepan kami berencana mengubah nama menjadi Badan Humas, adapun kepala badannya dipimpin perwira bintang tiga, sehingga akan lebih cair, dan bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat. take and give ya,” katanya.

Iqbal menambahkan, acara seperti FGD ini adalah salah satu upaya menuju ke sana, saling sharing dengan berbagai pakar terhadap masalah aktual berdasarkan fakta. Kinerja Polri tidak akan optimal kalau tidak ada yang membantu. Polri sangat concern dan memahami di era milenial seperti saat ini. Dimana peranan media massa, baik di dunia maya maupun dunia nyata, dapat mempengaruhi berbagai kondisi.

“Ibaratnya, satu batalion pasukan-pasukan khusus sekalipun kalah dengan satu narasi. Ketika narasi itu dikemas dengan angle yang tepat, dan dengan kekuatan sangat luar biasa. Dampaknya pasti luar biasa. Kerja keras menjadi tidak ada artinya. Itu yang kita takutkan. Tentang usulan agar ada pajak untuk facebook/medsos, mungkin ada instansi yang lebih berwenang menjelaskannya, namun itu kan salah satu buah dari FGD ini kan?” katanya setengah bertanya.

Adapun Jack ‘Boyd’ Lapian, selaku penyelenggara cukup mengangkat jempol saat ditanyakan bagaimana hasil FGD tadi.

“Saya puas. Kerja tim yang hebat. Narasumber dan moderatornya juga hebat, maksimal semua. Juga para undangan dan teman teman pers yang hadir, semua hebat. Apalagi di FGD tadi ada satu materi yang luar biasa, dimana pemerintah kiranya harus sudah memikirkan bagaimana caranya membuat UU media sosial ‘facebook merah putih’ dan medsos lainnya agar monitor penegak hukum mudah jika contoh, ada pornografi bisa segera di take down, disamping juga pemasukan pajak ke negara. Mantap ini brow,” tutup Jack sambil bergegas menemani Kadiv Humas keluar ruangan. (PpRief/Rahma)