Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon Menuju Sumedang Buludru

0
73

SUMEDANG, — Bertempat di Pasir Cinta Kampung Buricak Burinong Dusun Cisema, Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja, Senin (2/12/2019), berlangsung gerakan penanaman Satu Juta Pohon di catchment area Bendungan Jatigede.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan menanam bibit pohon Rambutan,  Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman  menanam pohon Beringin, dan Dandim 0610 Sumedang  Letnan Kolonel ARH. Novianto Firmansyah, S.E, M.Tr. (Han) diikuti para kepala sekolah di wilayah Bendungan Jatigede yang serentak ikut menanam.

Acara tersebut dalam rangka Gerakan Menanam Sejuta Pohon menuju Sumedang Kota Buludru yang diinisiasi Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Cimanuk-Citanduy sekaligus dalam rangka Karya Bakti Hari Juang TNI AD Tahun 2019 yang bertemakan “TNI AD Adalah Kita”.

Kasi RHL pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Eman Suherman selaku panitia dalam laporannya mengatakan, kegiatan tersebut adalah bukti kesungguhan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang untuk melaksanakan Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon menuju Sumedang Buludru dimana telah disiapkan 700 bibit tanaman.

“Ini sesuatu yang mudah diucapkan (namun cukup berat untuk direalisasikan). Kami yakin  (penanaman) ini tidak hanya seremonial.Tapi selanjutnya merawat dan menengok tanaman yang sudah ditanam,” ucapnya.

Ia menambahkan, simbol atau monumen Gerakan Penanaman 1 juta Pohon menuju Sumedang Buludru berada di  Pasir Cinta Kampung Buricak Burinong.

Sekretaris Daerah Herman Suryatman dalam sambutannya mengatakan, pada Bulan Desember 2019 dan Januari 2020 semua sekolah diminta partisipasinya untuk menggiatkan penghijauan.

“Dalam pelaksanaanya, mohon koordinasi dengan para kepala desa yang ada di wilayah Bendungan Jatigede,” tuturnya.

Dilaporkan Sekda, sehari sebelumnya, Minggu (1/12/2019), sebanyak 52 kepala desa, BPD, LPMD, dan 5 Camat berkumpul di Darmaraja untuk menyepakati teknis rencana pelaksanaan Satu Juta Pohon sebagai tindak lanjut Launcing yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati pada 18 November 2019 tempo hari.

“Jadi kemarin sudah dimusyawarahkan berapa keperluan bibitnya untuk lahan kritis di tiap-tiap desa berapa. Insyaallah minggu sekarang dituntaskan sehingga pertengahan bulan Desember 2019 sudah mulai digerakkan penghijauan 1,7 juta bibit di 52 desa,” katanya.

Dikatakan, penanaman akan dimulai di Ring Satu seputaran Jatigede, Ring Dua di tengah, dan Ring Tiga di belakang sehingga semua area Jatigede akan di hijaukan.

“Mudah-mudahan dalam waktu 3- 5 tahun kawasan ini sudah menjadi kawasan hijau sehingga cuacanya tidak seperti sekarang yang panas, tetapi akan terasa sejuk ke depannya,” kata Sekda.

Ia mengatakan, yang ditanam adalah jenis tanaman keras yang bisa meningkatkan konservasi.

“Saya berharap di wilayah Timur Jatigede ke depan tidak ada lagi banjir, longsor, dan debit air meningkat. Karenanya hang ditanam adalah tanaman keras,” ucapnya.

Ia menambahkan, penghijauan diharapkan turut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena yang ditanam adalah tanaman produktif yang suatu saat bisa di panen.

“Dengan catatan proses pemanenannya ke depan bisa diatur sedemikian rupa sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Sekda meminta bantuan dan dukungan dari semuanya agar menularkan semangat menanam dan merawat pohon kepada para guru-guru dan para siswa.

“Insyaallah kalau sudah menjadi kawasan ekonomi khusus pariwisata berkembang, Jatigede bisa benar-benar menjadi tempat favorit bagi para wisatawan lokal, nasional maupun internasional,” katanya.

Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada TNI sehubungan dilaksanakannya Kegiatan Karya Bakti Hari Juang TNI tahun 2019 di wilayah Jatigede.

Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan berharap kegiatan tersebut akan menciptakan sebuah komitmen dan kesadaran bersama bahwa alam atau lingkungan akan benar- benar menjadi kebutuhan hidup manusia.

“Konsekwensi bagi manusia adalah untuk selalu dijaga, dirawat dan dilestarikan,” ungkapnya.

Wabup berharap dengan penanaman sejuta pohon ini betul- betul memberikan dampak yang baik bagi Kabupaten Sumedang.

“Saya berharap kita dapat menjaga alam kita ke depan dan bisa menjaga anak cucu kita dari kehancuran dari rusaknya alam,” harapnya.

Ia menambahkan, maksud dari mengundang para kepala sekolah adalah untuk pembelajaran kepada para siswanya tentang pentingnya penghijauan.

“Tolong disampaikan kepada para siswa sedini mungkin bagaimana mereka untuk merawat dan menjaga alam ini. Nanti teknisnya seperti apa, tolong dilibatkan mulai dari menanam, menjaga, merawat sampai mereka tahu fungsi dari pohon itu sendiri,” harapnya.

Ia menambahkan, kalau saja ada seribu siswa menanam secara serentak, akan ada seribu pohon tertanam.

“Kita ingin di sekitar bendungan ini hijau. Jangan sampai nanti tergerus air terus. Kalau sudah hijau akan menjadikan udara di sekitarnya sejuk dan alamnya terjaga,” tuturnya.

Wabup mengapresiasi kepada Jajaran BPDASHL Cimanuk-Citanduy yang telah mensupport kegiatan tersebut dengan menyediakan bibit tanaman.

“Walaupun saat ini hanya tiga desa yang menjadi desa percontohan penanaman pohon ini. Kedepan 270 desa dan 7 kelurahan di Kabupaten Sumedang bisa menanam pohon secara bersama,” tuturnya.

Di akhir sambutannya Wabup mengajak mengembalikan kebanggaan Sumedang yang dulu pernah menjadi julukan kota Buludru. 

“Jangan sampai dijuluki kota Buludru Sumedang tetapi gersang. Sampah dimana- mana. Alam tidak terurus, bagaimana bisa disebut Kota Buludru,” ajaknya. (4845)