Naas, Suteja Tenggelam di Kolam Pengendapan

0
462
Warga saat mengevakuasi korban tenggelam di kolam pengendapan milik PT Indocement di Desa Kedongdong Kidul, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (10/1/2020)

CIREBON,– Kolam pengendapan milik PT. Indocement yang terletak di Desa Kedongdong Kidul, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat menelan korban jiwa. Psalnya kolam pengendapan tersebut ketika musim penghujan penuh digenangi air, sehingga seringkali dijadikan mandi dan berenang oleh anak-anak sekitar.
Nasib naas pun dialami Suteja (13), saat berenang bersama dengan teman-temanya Jumat (01/10/20) pada jam 12:30 Wib Suteja tenggelam dan meninggal dunua.

Diketahui, korban berenang bersama HM dan HK. Sekitar jam 13.00 wib teman-temannta panik melihat korban tenggelam, lalu segera meminta pertolongan.
Warga yang mendengar permintaan tolong langsung mencari korbanyang sudah tenggelam. Korban pun berhasil ditemukan di dasar kolam berlumpur.

Kemudian warga memberitahukan kejadian itu kepada keluarga korban, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Dukupuntang.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. M Syahduddi melalui Kapolsek Dukupuntang AKP Didi Wahyudi membenarkan kejadian tersebut.

“Awalnya korban dan teman-temanya berenang di kolam pengendapan milik PT Indocement. Korban Suteja adalah warga Blok Gunung Santri, Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan,” ungkapnya.

Dijelaskan, korban tenggelam dengan kedalaman kolam kurang lebih 2 meter.

“Korban masih duduk di bangku kelas 4 SD. Ia siswa SDN Kedongdong Kidul,” imbuhnya.

Sementara itu, PT indocement yang diwakili oleh Emon selaku humas, didampingi kepala teknik tambang Kuari Kedongdong Martinus Ari menjelaskan, lokasi tenggelam tersebut bukan eks galian C.

Humas PT Indocement Emon (kiri) didampingi Kepala Tambang Kuari Kedongdong Martinus Ari

“Kewajiban kami setiap penambangan harus ada kolam pengendapan sesuai peraturan ESDM, yang bertujuan untuk mengendapkan lumpur sehingga air lintasan yang masuk tambang dalam keadaam bening,” ungkapnya.

“Kami juga sudah melakukam setandar pengamanan, bahkan di lokasi tersebut adanya penjagaan, baik dari linmas desa atau dari PT Indocement sendri. Rambu rambu larangan juga terpapang di sekitar area,” tambahnya.

Eomon menambahkan, keluarga korban juga sudah diberi santunan oleh Indocement.

“Kami bertanggung jawab, karena kebetulan kejadianya ada di lokasi atau di area kami,” imbuhnya. [One-to]