Tak Transparan, Pemdes Neglasari Didemo Warga

0
461
Warga saat melakukan aksi unjuk rasa.

TASIKMALAYA,– Masyarakat yang sudah geram karena pihak pemerintah Desa Neglasari, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya dianggap tidak transparan dalam mengalokasikan anggaran, akhirnya melakukan unjuk rasa.

Bahkan, warga yang tergabung dalam forum masyarakat sudah dua kali melakukan demo. Namun sang kepala desa tidak pernah muncul.

“Kami yang tergabung dalam forum masyarakat pertama melakukan demo pada tanggal 6 Januari 2020, yang kedua hari ini tanggal 15 Januari 2020. Masyarakat menuntut adanya transparansi dari pemerintah Desa Neglasari. Masyarakat sudah geram,” ungkap salah seorang pengunjuk rasa yang meminta tidak ditulis namanya, Rabu (15/1/2020).  

Dikatakan, intinya masyarakat meminta keadilan dan keterbukaan semua anggaran di Desa Neglasari. “Selama 4 tahun memimpin atau dari tahun 2016 hingga 2019, kades tidak pernah muncul, berbaur dengan warga,” ujarnya.

Temukan Kejanggalan

Selain itu, kata dia, warga juga menemukan adanya keganjilan pada realisasi anggaran desa di lapangan selama 4 tahun kebelakang. Hanya, warga enggan menuduh terjadi penyimpangan anggaran pada penerapan program tersebut. Oleh sebab itu, hari ini warga meminta penjelasan dan pertanggungjawaban atas realisasi program kerja desa kepada pemerintah desa setempat.

“Salah satu keganjilan tersebut adalah adanya ketidak sesuaian antara laporan realisasi dan pengerjaan fisik yang dianggap jomplang dari pagu anggaran, untuk itu kami warga masyarakat apa salah jika meminta penjelasan?. Warga juga sebelumnya telah melakukan unjuk rasa terkait hal ini, namun sampai saat ini tidak nampak itikad baik pihak pemerintahan terhadap tuntutan aksi kami ini,” jelasnya.

“Sangat jelas bahwa kita memiliki dasar hukum untuk meminta kejelasan mengenai realisasi program, dengan adanya ketidak sesuaian antara pengerjaan dilapangan dengan laporan realisasi, itu sebuah tanda besar baginkami dan mengharapkan adanya klarifikasi dan penjelasan dari kepala desa sehingga masyarakat bisa memahaminya dan tidak ada buruk sangka. Namun sayang pihak pemerintahan desa nampak kesulitan untuk membuka apa adanya sehingga lebih memperkuat dugaan warga masyarakat bahwa memang apa apa-apanya terkait pengelolaan anggaran desa selama ini,” tegas dia.

Selain itu aksi warga Desa Neglasari ini pun meminta pihak Inspektorat untuk memeriksa program desanya. Agar masalah cepat di selesaikan. (Dedi S)