Banjir Lumpur Cimanggung dan Jatinangor Diduga Akibat Proyek Perumahan

0
213

SUMEDANG,– Pasca banjir lumpur menerjang Kecamatan Cimanggung dan Jatinangor, Kabupaten Sumedang pada Minggu (10/2/2020) kemarin, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumedang dari Komisi II dan IV melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah proyek perumahan di Kaki Gunung Geulis, Senin (10/2/2020).

Ketua Komisi IV DPRD Sumedang, Asep Ronny Hidayat mengatakan, pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Satpol PP dan instansi terkait lain melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi terjadinya banjir lumpur di Kecamatan Cimanggung dan Jatinangor.

“Hari ini kami melakukan peninjauan, apa sebenarnya yang menjadi penyebab banjir lumpur di kawasan Jatinangor dan Cimanggung, termasuk banjir musiman di jalan raya Bandung-Garut KM 23,” ujarnya.

Asep mengatakan, setelah pihaknya melakukan pengecekan, didapati beberapa indikasi penyebab terjadinya banjir di wilayah tersebut, yakni selain karena curah hujan yang tinggi, juga diperparah dengan saluran air yang dinilai kurang besar.

“Dengan demikian, perlu adanya tindakan dari berbagai pihak terkait untuk bersama-sama mengatasi persoalan tersebut,” katanya.

Senada dikatakan Ketua Komisi II DPRD Sumedang, Warson yang menyebutkan, peristiwa banjir lumpur dan banjir di jalur nasional Bandung-Garut KM 23 perlu perhatian semua pihak.

“Kami menduga, sumber air terbesar saat hujan turun itu berasal dari adanya sejumlah proyek perumahan di kawasan Gunung Geulis,” katanya.

Tak hanya itu, terang Warson, pihaknya menilai setelah dilakukan pengecekan ada beberapa hal yang perlu dibenahi oleh pihak yang bersangkutan terkait fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum).

“Ya, kami telah meminta pengembang proyek perumahan di kawasan Gunung Geulis untuk segera membenahi fasum juga fasosnya,” tandas Warson. [Abas]