Antisipasi Banjir, Camat Cimanggung Dukung Pemprov Jabar Lakukan Normalisasi Sungai

0
232
Camat Cimanggng, Drs. Herry Harjadinata turut mengunjungi PT Kahatex guna membahas terkait banjir.

SUMEDANG,– Camat Cimanggng, Drs. Herry Harjadinata mengatakan, pihaknya setuju dan mendukung langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan melakukan normalisasi di sungai-sungai yang melewati sungai Citarum, untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi di Kawasan PT. Kahatex, Sumedang.

 “Ya, Pemprov Jawa Barat segera melakukan normalisasi seperti sungai Citarik, Cikijing dan Cimande. Kemarin, Selasa (11/2/2020) dapat informasi itu. Saya ikut mendampingi Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum melakukan kunjungan ke PT Kahatex,” tutur Herry, saat ditemui di kantornya, Rabu (12/2/2020).

Dijelaskan, normalisasi perlu dilakukan guna mengantisipasi banjir di sekitaran PT Kahatex,tepatnya di jalan By Pass, Bandung-Garut dan sebaliknya.

“Hari ini saya juga mendampingi Bupati Sumedang ke PT Kahatex untuk membahas antisipasi banjir. Kalau kemarin pak wagub sudah sampaikan kepada rekan media, bahwa pemerintah sudah melakukan normalisasi di beberapa sungai yang disebutkan tadi, hanya saja saat ini manfaatnya dirasakan masyarakat. Pemprov Jabar juga sudah memantau ke PT Kahatex untuk membongkar bila ada aliran sungai yang dibuat jembatan,” tuturnya.

Sementara itu, Uu Ruzhanul Ulum saat melakukan kunjungan ke PT Kahatex menyampaikan, saat ini ada satu titik anak sungai yang belum dilakukan normalisasi, dan ditarget tahun ini selesai semuanya.

“Untuk jembatan yang ada di dalam Kahatex sebenarnya dari pihak Kahatex sudah diizinkan, tinggal dibongkar. Banjir yang terjadi tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, namun juga menyebabkan kemacetan,” katanya.

Dikatakan, PT Kahatex sudah membuat sistem buka 7 pintu, terdiri dari wilayah Sumedang 3 pintu dan wilayah Bandung 4 pintu.

“Kami akan membuat JPO dengan meminta Kahatex. Kami koordinasi dengan pihak terkait, pusat dan pemprov, Pemkab Sumedang dan Bandung. Mudah-mudahan hari Jumat ada sebuah keputusan masalah kahatex, banjir dan dan kemacetan,” katanya.

Saat ini, imbuhnya, masyarakat selalu mengkambinghitamkan Kahatex. Padahal, banjir disebabkan faktor lain.

“Yang namanya banjir harus diteliti dari hulu sampai hilir. Kita minimalisir dampak negatif dari perusahaan agar tidak menimbulkan negatif ke masyarakat. Nah upaya kami meminimalisir dampak negatif perusahaan agar tidak berkepanjangan. Jadi bagaimana caranya perusahaan memberikan dampak positif kepada masyarakat luas, tidak hanya dari hal penyerapan tenaga kerja,” pungkasnya. [Ten]