Mantap! SMKN 1 Sumedang tak Hanya Perangi Corona, Tapi Ajarkan Cara Membuat “Penawarnya”

0
317

SUMEDANG,– Sebagai lembaga pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kabupaten Sumedang, Jawa Barat tak hanya mematuhi peraturan pemerintah soal belajar di rumah, namun juga mengimplementasikannya dalam memutus mata rantai wabah corona virus desease 2019 (Covid-19) dengan mengajarkan guru dan masyarakat cara membuat hand sanitizer (pencuci tangan) serta cairan disinfektan.

Seperti diketahui, hand sanitizer dan disinfektan menjadi salah satu penawar penting dalam menangkal merebaknya Covid-19. Sehingga SMKN 1 Sumedang tetap memberikan edukasi agar semua orang bisa dengan mudah membuat cairan tersebut.

Kepala SMKN 1 Sumedang, Dra. Elis Herawati, M.Pd menjelaskan, peran SMKN 1 Sumedang dalam penangan Covid 19 ini sudah dimulai dengan kegiatan hari pertama yaitu pembuatan handsanitizer skala kecil sebagai percobaan dilanjutkan dengan pembuatan handsanitizer untuk keperluan pencegahan penyebaran covid 19.

“Pembuatannya dilakukan secara bertahap selama dua pekan. Kemudian ditindaklanjuti dengan kegiatan kerjasama(MOu) dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DINSOS P3A) sebagai upaya nyata SMKN 1 Sumedang dalam pencegah penyebaran Covid 19,” jelasnya.

Secara umum, imbuh Elis, tujuan dari kegiatan ini untuk memastikan bahwa pengendalian, kewaspadaan, dan penanganan penyebaran Covid-19 di satuan pendidikan SMK Negeri 1 Sumedang dilaksanakan dengan baik sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 3 Tahun 2O2O tentang Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), tanggal 9 Maret 2020.

“Sementara tujuan khusus kegiatan ini adalah untuk mencegah penyebaran Covid 19 di lingkungan SMKN 1 Sumedang dan sekitarnya. Kami juga membuat Handsanitizer dan cairan Disinfektan untuk kebutuhan SMKN 1 Sumedang, panti dan lembaga kegiatan sosial lainnya,” jelasnya.

Lantas, aksi ini patut diacungi jempol. Sebab, SMKN 1 Sumedang juga membagikan Handsanitizer kepada warga SMKN 1 Sumedang, panti dan pihak yang membutuhkan.

“Sedangkan hasil yang diharapkandalam pembuatan Handsanitizer dan cairan Disinfektan ini adalah untuk terselenggaranya kegiatan pelayanan di SMKN 1 Sumedang meskipun dalam kondisi ditetapkannya pandemi Covid-19. Berhentinya penyebaran atau melambatnya penyebaran Covid-19 di satuan pendidikan dan di lingkungan daerah sekitar sekolah. Pembiasaan hidup sehat di kalangan warga sekolah dan menjadi agen edukasi perubahan penanganan Covid-19 di lingkungannya masing-masing,” papar Elis.

Lebih jauh Elis menerangkan, sasaran dalam rangka kerja sama dengan Dinas Sosial P3A ini antara lain keluarga bukan penerima PHK dan BPNT, jompo, disabilitas, kehilangan mata pencaharian dan anak yatim piatu.

“Kami sebagai warga sekolah berkewajiban untuk memberikan kontribusi kepada pemerintah baik Pemerintah Pusat ataupun Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam mencegah penyebaran Covid-19 dan kami berharap pandemi ini segera berakhir,” pungkasnya. [To]