Dodi Dharma Cahyadi: Presiden dan Menhub Mengajarkan Optimisme

0
152

JAKARTA,– Dampak Covid 19 memang demikian dahsyat, dia menyasar kesegala sektor, juga sektor perhubungan udara. Bahkan saat ini menjadi gunjingan publik bahwa ada beberapa bandara udara dan pelabuhan laut milik daerah akan tutup karena tidak mampu lagi membiayai aktivitas rutinnya.

“Waduh jangan tanya saya. Itu bukan wewenang saya, itu wewenang pemerintah pusat. Kami disini hanya menjalankan perintah sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat. Tidak lebih dari itu,” jawab Kabandara APT Pranoto, Kaltim,  Dodi Dharma Cahyadi melalui selulernya Senin (26/4/2020).

Dodi meyakini bahwa ujian tuhan melalui Covid 19 pasti akan berlalu. Sehingga recovery ekonomi akan cepat berjalan.

“Memang isu yang tadi ditanyakan sudah beredar luas dipublik, sebatas yang saya tahu,  lebih tepatnya mungkin itu akses transportasinya, bukan bandara atau pelabuhannya yang ditutup. Namun, kalau pun memang demikian, tidak semudah itu, harus seizin Kemenhub. Yang bandara, ya harus seijin Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub. Yang pelabuhan juga demikian. Namun tidak semudah itu, Presiden Jokowi, Satgas Covid 19 hingga Kemenhub dan Pemprov Kaltim  telah maksimal bekerja bagaimana memperkecil efek Covid-19 termasuk di dektor perhubungan udara, bahkan Pak Menhub ikut terkena imbas terdampak Covid 19, semoga cepat pulih seperti sedia-kala,” paparnya.

“Dalam era Covid-19, optimisme tidak boleh hilang. Tentunya aturan dan protokol medis dilakukan maksimal di lingkungan bandara. Dan kami lakukan itu, tiada henti, evaluasi setiap saat. Karena APT Pranoto selain  obyek vital juga melayani penerbangan untuk penumpang, angkutan kargo, logistik, dan pos yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apapun kami pertaruhkan untuk hal itu. Pelayanan dan kualitasnya tidak boleh berkurang, optimisme Covid 19 segera berakhir. Optimisme APT Pranoto dan  Bandara Bandara lainnya akan cepat pulih, Insha Allah,” tambah Dodi lagi.

“Tahun 2019 lalu, APT Pranoto mendapat predikat sebagai bandara terbaik versi Bandara Award 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta dan dihadiri Menhub. Apakah Covid 19 cukup menganggu jika ada Award tahun 2020 ini?” tanya wartawan.

Dari balik seluler Dodi tidak mencemaskan hal itu. baginya, seluruh stakeholder APT Pranoto saat ini lebih memberikan pelayanan yang terbaik masa Covid 18 ini.

Adapun mengenai sejauh-mana penerapan Permenhub. No.25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dikaitkan Covid 19 bagi aktifitas APT Pranoto?, Dodi menjawab bahwa yang paling terbenar adalah melaksanakan dan menjalankan semua sesuai dengan aturan dan kebijakan dari pemerintah.

“APT Pranoto selaku pelaksana lapangan di Kemenhub harus melakukan tanpa reserve, lakukan saja. Covid 19 memang dahsyat namun tidak membuat APT Pranoto lumpuh, baik tentang Pendapatan hingga mempertahankan SDM yang ada agar tidak ter-alami sebagaimana  stakeholder APT Pranoto dari swasta,” ujar dia.

“Iyalah kami juga pastinya terdampak, ada sedikit drop dalam pendapatan,  tapi bukan itu yang utama. Karena fungsi kami adalah pelayanan bukan orientasi bisnis. Ada memang beberapa  penghentian penerbangan tapi itu sementara. Semua oke. Masih dibawah kendali. Termasuk pelayanan flight kenegaraan militer dan flight cargo, kami masih melayani sesuai UM 002 yang dikeluarkan Dirjenhubud Kemenhub,” jelas Dodi.

Bahkan, tambah Dodi, dalam terus melakukan sinergitas dan koordinasi lintas kepentingan, APT Pranoto selalu hadir baik dalam rapat terbatas social distancing atau menggunakan aplikasi zoom/conference phone dan sebagainya.

“Sebagaimana yang telah dilakukan Jumat  24 April 2020 jam 15.00 Wita lalu bersama Dirjen Hubud , Sesditjen Hubud dan para Direktur di lingkungan Ditjen Hubud serta Ka.OBU Wil. I sdb X. Kami tetap melakukan yang terbaik dalam Covid 19 ini, pptimisme yang diajarkan dan dianjurkan Presiden Jokowi dan Menhub adalah spirit bagi APT Pranoto,” kata Dodi. (PpRief/RL)