DPRD Jabar Minta Masyarakat Mengundur Mudik

0
131
Petugas kepolisian tengan melakukan penjagaan terkait larangan mudik. (foto: detik.com)

BANDUNG,– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat meminta masyarakat tidak mudik pada lebaran 1441 H, demi memutus mata rantai wabah coronavirus desease 2019 (Covid-19).

Anggota DPRD Provinsi Jabar, Daddy Rohanady menegaskan, semua masyarakat bisa mudik saat wabah Covid-19 ini hilang dari Indonesia. “Mudiknya, mundur sakedik,” ujar Daddy, Senin (11/5/2020).

Kang Daro, sapaan akrabnya, menyatakan bahwa mudik tahun ini pasti lebih sulit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu. Pertama, kata dia, adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Jadi, mereka yang akan mudik harus memiliki tugas dari atasannya/kepala kantor dan surat keterangan bebas Covid-19. Bagi mereka yang terkena PHK juga, harus menunjukkan Surat PHK.

“Wabah dari Wuhan-China ini memang bikin semua orang susah,” kata politikus dari Gerindra itu.

Kedua, kata dia, masih terkait dengan PSBB, adanya penyekatan yang relatif ketat. Bahkan, ada yang menyatakan ke dirinya Jakarta-Surabaya ada sekitar 100 penyekatan. “Terkait penyekatan guna melarang mudik, ada contoh menarik. Ada pemudik yang sudah menunggu 2 hari 1 malam di Merak harus balik lagi ke Jakarta,” katanya.

Ketiga, tambah dia, ongkos mudik menjadi mahal. Hal ini terjadi, masih terkait PSBB. Saat ini, bus atau kendaraan umum lainnya hanya bisa ditumpangi setengah dari kapasitasnya.

“Ini guna kepentingan social distancing (jaga jarak). Dengan sendirinya harga tiket pun rata-rata menjadi dua kali lipat. Padahal, tanpa Covid-19 pun biasanya harga tiket sudah naik menjelang lebaran,” katanya.

Keempat, lanjut Daro, isolasi di kampung halaman. Kalau pun lolos dari penyekatan dan akhirnya tiba dengan selamat di kampung halaman, masih ada persoalan lain, yakni isolasi.

“Para pemudik akan dikarantina selama 14 hari kalau daerah mereka juga menerapkan PSBB secara ketat,” katanya.

Kelima, kata dia, saat kembali ke rumah nanti akan susah lagi karena masih PSBB. Ini juga, masalah serius. Selain ongkos balik lagi ke kota yang pastinya masih mahal, pemudik harus bersiap dengan berbagai persyaratan yang memungkinkannya bisa masuk kota kembali.

“Oleh karena itu, banyak keluarga yang akhirnya menjadwal ulang alias memundurkan mudiknya,” katanya.

Jadi, kata Daro, karena begitu sulitnya menerjang aneka rintangan tersebut, sebaiknya masyarakat berpikir kembali untuk melakukan mudik. (el)