Update Kasus Covid-19 di Kabupaten Sumedang, Pasien Positif Bertambah

0
99

SUMEDANG,– Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang melaporkan Perkembangan Pencegahan Penyebaran COVID-19 di masa PSBB tahap III, Kamis, 21 Mei 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Dr. Iwa Kuswaeri menjelaskan, jumlah pasien positif corona di Kabupaten Sumedang bertambah lagi saru orang, sehingga total ada 10 orang pasien, yang terdiri dari Kecamatan Sumedang Selatan 1 orang, Jatinangor 2 orang, Cimanggung 1 orang, Kecamatan Buahdua 1 orang, Kecamatan Ujungjaya 2 orang, Kecamatan Tomo 1 orang, Kecamatan Ganeas 1 orang dan tambahan dari Tanjungsari 1 orang.

“Jumlah ini dari total 12 orang pasien terkonfirmasi positif SWAB, 2 orang diantaranya telah selesai dan dinyatakan sembuh yaitu dari Kecamatan Darmaraja dan jatinangor. Berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid Test, dinyatakan Reaktif Rapid Test sebanyak 7 orang, dimana kategori Reaktif Rapid Test ini dipilah menjadi ODP Reaktif dan PDP Reaktif,” jelas Iwa dalam siaran persnya.

ODP Reaktif Rapid Test yaitu Reaktif Rapid Test tapi tidak bergejala, jumlahnya sebanyak 3 orang, PDP Reaktif Rapid Test yaitu Reaktif Rapid Test dengan gejala klinis pneumonia atau comorbid penyakit tertentu, jumlahnya sebanyak 4 orang. Jumlah total Reaktif Rapid Test sebanyak 64 orang, sebanyak 54 orang dinyatakan selesai dan 3 orang meninggal.

“Perlu diketahui dan dipahami bersama, bahwa hasil Rapid Test Reaktif belum tentu positif terpapar Covid 19, untuk membuktikannya harus dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction atau SWAB. Serta perlu kami sampaikan pula kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sumedang, bahwa pasien yang meninggal dengan status Reaktif Rapid Test, walaupun belum tentu positif covid-19 namun pemulasaraannya dilaksanakan menggunakan standar protokol pemulasaraan pasien covid 19, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat terpapar covid 19 bila ternyata jenazah yang bersangkutan positif covid 19,” papar Iwa.

Iwa malaporkan Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sampai dengan tanggal 21 Mei 2020, yakni selesai Rapid Test 3.088 orang dan selesai Rapid Test ulang 85 orang. Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh RSUD sampai dengan tanggal 21 Mei 2020 adalah sebanyak 1.263 orang dan selesai Rapid test Ulang sebanyak 75 orang.

Sementara itu, hasil Rapid Test yang dilaksanakan secara masif dari tanggal 28 April 2020 sampai dengan 21 Mei 2020 dilakukan terhadap 1.495 orang dengan hasil sebanyak 1.467 orang negatif dan 28 orang reaktif.

“Orang Dalam Risiko (ODR) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19, tetapi tidak memiliki gejala apapun, jumlahnya sebanyak 2.251 orang, jumlah ini mengalami kenaikan sebanyak 5 orang dari hari sebelumnya yang berjumlah 2.246 orang,” tambah Iwa.

Ditambahkan, membatasi pergerakan masyarakat dalam bentuk PSBB untuk mengurangi penyebaran virus tetap merupakan upaya terpenting menekan penambahan kasus baru. Karena Berkaitan dengan hal itu, Kamis tanggal 21 Mei 2020 ini merupakan hari kedua pelaksanaan PSBB Tahap ke III di Kabupaten Sumedang yang akan berlangsung sampai dengan tanggal 29 Mei 2020, sebagai upaya melindungi masyarakat Kabupaten Sumedang dari Pandemi Covid 19.

“Kami harapkan Masyarakat Kabupaten Sumedang dapat bekerja sama untuk mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan dalam pemberlakuan PSBB Tahap III di Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Ia menyebutkan insentif untuk tenaga kesehatan dan medis yang berada di garda terdepan untuk melawan Covid-19 di Kabupaten Sumedang saat ini juga sudah dapat direalisasikan, dengan rincian sebagai berikut :

RSUD Rp1,8 Milyar yang 80 persennya diperuntukan bagi tenaga kesehatan yang berkaitan langsung dengan penanganan Covid-19. Dinas Kesehatan Rp 3,5 Milyar untuk 2 bulan (April dan Mei) yang peruntukan bagi 35 UPTD Puskesmas, UPTD Labkesda dan UPTD Gudang Farmasi dan Dinas Kesehatan terkait pandemi Covid-19.

“Dengan demikian, turunnya insentif khususnya yang diberikan bagi Tenaga Kesehatan dan Tenaga Medis ini diharapkan dapat menjadi salah satu pemberi motivasi mereka untuk terus bekerja keras dan berjuang guna memutus rantai pandemi Covid-19 di Kabupaten Sumedang,” urai Iwa.

Selanjutnya dilaporkan, penyaluran Bantuan Sosial dengan dana yang bersumber dari Data Non DTKS Kabupaten Sumedang, yang berjumlah 15.000 kepala keluarga berupa Bantuan langsung Tunai (BLT) sebesar Rp. 500.000,- per kepala keluarga, melalui Bank Sumedang, Progresnya sampai dengan saat ini telah disalurkan sebanyak 14.750 Kepala Keluarga dengan total nilai uang yang telah disalurkan yaitu sebesar Rp. 7.375.000.000,- atau sebesar 98,33 persen.

Realisasi dana Biaya Tidak Terduga (BTT) sampai dengan tanggal 14 Mei 2020 telah terserap sebesar Rp. 15.568.656.000.  Realisasi Dana Insentif untuk Tenaga Kesehatan / Tenaga Medis sampai dengan Tanggal 21 mei 2020 telah disalurkan sebesar Rp. 3.500.000.000,- yang diperuntukan bagi 35 UPTD Puskesmas, UPTD Lab Kesehatan Daerah dan UPTD Gudang Farmasi serta Dinas Kesehatan kabupaten Sumedang.

“Bantuan sosial dari Pos lainnya, mulai tanggal 14 Mei 2020 secara bertahap mulai disalurkan, baik itu bantuan yang berasal dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Dana Desa serta Bantuan berupa Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu) yang dikelola oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang selama ini sudah berjalan setiap hari,” katanya.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, sejumlah titik berpotensi menjadi lokasi rawan penyebaran covid 19, diantaranya pasar, terminal dan tempat-tempat ibadah. Masyarakat Kabupaten Sumedang diminta agar selalu waspada dan tetap disiplin menjalankan Physical Distancing, menggunakan masker setiap bepergian keluar rumah dan sering mencuci tangan pakai sabun.

Masyarakat Sumedang agar lebih berhati-hati dan waspada akan bahaya penyebaran Covid-19 di pusat niaga. Penyebaran virus sangat mudah karena droplet bisa menempel di permukaan benda yang ada di pusat perniagaan. (bn/bs)