Banyak Laporan Bantuan tak Tepat Sasaran, Anggota DPRD Sumedang Turun Tangan

0
122
Anggota Komisi III dan IV DPRD Kabupaten Sumedang mengecek data ke RW 13 dan 14 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor, Rabu (27/5/2020).

SUMEDANG,- Sebagai upaya untuk memastikan tidak ada warga yang tidak terdata bantuan Covid-19, Anggota Komisi III dan IV DPRD Kabupaten Sumedang mengecek data ke RW 13 dan 14 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor, Rabu (27/5/2020).

Anggota Komisi III, Deden Doni didampingi Anggota Komisi IV Cecep Lukman Hakim menjelaskan, pengecekan data bantuan Covid-19 bertujuan agar masyarakat membutuhkan yang tidak terdata dapat diusulkan melalui anggaran pos lain. Sebab, banyak laporan masyarakat bantuan itu tidak tepat sasaran bahkan ada warga kurang mampu yang tidak terdata.

“Penerima bantuan itu hasil dari data BPS tiga sampai lima tahun ke belakang. Sementara pengurus RT RW setempat disuruh mendata lagi, ironisnya yang keluar itu justru data yang lama dari BPS, kan yang jadi bulan-bulanan pengurus RT RW,” jelas Deden Doni seperti diwartakan Sumeks.

Selain itu, Deden juga mengkritisi pernyataan Gubernur Jabar M. Ridwan Kamil yang terlalu cepat mengumumkan di media sosial, padahal teknisnya belum ada. Menurut dia, Ridwan Kamil di media sosial mengatakan agar jangan sampai warga Jabar kelaparan, dan warga diluar KTP Jabar pun apabila tinggal di Jabar harus mendapatkan bantuan Covid-19.

“Nah ini yang jadi blunder. Apakah Pemprov Jabar tidak mendata ada berapa juta jiwa warga Jabar. Meskipun tidak semuanya terpapar virus corona, namun semuanya terdampak. Lalu, apakah anggaranya ada untuk mengcover seluruh warga Jabar?” ucapnya setengah bertanya.

Ia menambahkan, teknis di lapangan penerapan PSBB juga dirasa belum maksimal lantaran masih banyak warga yang keluar rumah serta mal dan supermarket buka. Namun, masyarakat juga tidak bisa tinggal diam karena terbentur ekonomi mencari uang. Sehingga keluar rumah tidak bisa dielakan.

Dia mencontohkan, Desa Cipacing menjadi prioritas kunjungannya, karena Jatinangor ini masuk Bandung Raya.

“Cipacing berbatasan dengan kabupaten lain. Bandung Raya zona merah, jadi Cipacing sangat rentan terpapar korona. Selebihnya, jumlah penduduk Desa Cipacing lebih besar dari jumlah desa lain,” tambah pria yang karib disapa Dendon.

“Alhamdulillah (di Desa Cipasing) tidak ada yang terpapar dan tidak ada warga yang bermasalah dalam bantuan Covid-19. Tidak ada warga yang mempermasalahkan bantuan baik dari kabupaten, provinsi, dana desa ataupun Kemensos,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RW 13 Yayat Ruhiyat mengatakan, sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus Covid 19 di lingkungannya, pihak RW melakukan penyemprotan disinfektan, bantuan masker, dan penyediaan hand sanitizer.

“Sejak diberlakukannya PSBB penyemprotan disinfektan sering dilakukan bersama tokoh pemuda, Gugun Gunawan. Kami juga mengimbau warga untuk tidak mudik dan bepergian selama pandemi,” tandasnya. (Abas)