Dewan Minta Masyarakat Dukung Kebijakan Soal Vaksin Covid-19 di Jabar

0
74
Ilustrasi

BANDUNG,– Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) Taufik Hidayat optimistis terhadap serangkaian proses uji klinis vaksin virus corona (Covid-19) yang tengah digalakkan di Jabar.

Hal itu disampaikannya pada Rapat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Jawa Barat, di Ruang Siliwangi Makodam III/Siliwangi, Bandung, Selasa (25/8/2020).

“Langkah (rangkaian uji klinis vaksin Covid-19) yang kini sedang ditempuh pemerintah Provinsi Jawa Barat ini patut diapresiasi, sebab ini termasuk bentuk komitmen kita dalam menekan pandemi Covid-19 di wilayah Jawa Barat,” kata Taufik.

Menurut Taufik, sampai sejauh ini, terhitung sejak awal mula merebaknya virus ini, belum menunjukkan tanda tanda adanya penurunan gejala (berkurangnya penularan) secara global.

“Ini bisa kita cermati melalui data statistik global tentang penularan Covid-19 yang cenderung meningkat,” ujarnya.

“Dari data Covid-19 per 24 Agustus 2020 misalnya, pandemi global ini hingga detik ini telah menjangkiti 216 negara dengan total 17.660.523 terkonfirmasi, dimana 680.894 lainnya tak terselamatkan (meninggal),” sambung Ketua DPD Gerindra Jabar itu.

Paralel dengan itu, kata dia, kasus di Indonesia juga menunjukkan hal serupa, dimana data Covid-19 per 24 Agustus 2020 mencatatkan sebanyak 155.412 dinyatakan positif, 111.060 sembuh dan yang meninggal sebanyak 6.759.

“Sementara untuk Jawa Barat, per 25 Agustus 2020, terdapat 9.420 dinyatakan positif, 5.876 lainnya sembuh dan yang meninggal 262,” ucapnya.

Meski begitu, Taufik meminta masyarakat tak perlu panik. Apalagi, kata dia, saat ini dunia tengah mengembangkan uji coba vaksin yang diharapkan mampu menangkal penyebaran virus corona.

“Ya, tentu ini menjadi kabar gembira buat kita semua, meskipun masih dalam tahap uji coba. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Tinggal sejauh mana kita memaksimalkan upaya,” bebernya.

Terkait proses uji klinis vaksin Covid-19 di Jabar, ia mengajak seluruh elemen untuk mendukung penuh kebijakan tersebut. “Percayakan pada Yang Maha Kuasa, insya Allah ada jalan keluarnya, amin,” ujarnya. (el)