Duh, Dua Oknum Kuwu di Cirebon Diduga Berselingkuh

0
6273

CIREBON,– Sebagai pejabat public, tentunya harus lebih mencontohkan hal yang lebih baik untuk masyarakatnya. Akan tetapi berbeda dengan oknum Kuwu Desa Tegalkarang Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon Nur dengan oknum Kuwu Desa Leuwidinding Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon IR, pasalnya kedua oknum kuwu tersebut diduga menjalin hubungan khusus, padahal diketahui keduanya sudah saling mempunyai keluarga.

Menurut S penyergapan kedua oknum kuwu yang diduga sedang selingkuh tersebut berawal dari informasi suaminya yang ketika itu Nur sudah dua hari tidak pulang ke rumah sejak Kamis (20/8/2020) hingga Sabtu malam.

Dan dari keterangan anaknya, bahwa Nur berangkat piknik. Merasa curiga, suami Nur meminta bantuan seseorang untuk melacak keberadaan istrinya melalui GPS ponselnya, dan diketahui keberadaannya di daerah Pangandaran.

Selang beberapa waktu, suami dan teman-temannya mencegat kepulangan istrinya di wilayah Geronggong. Setelah diikuti, ternyata benar saja istrinya Nur sedang berduaan di dalam kendaraan milik Kuwu Desa Leuwidinding.

Keduanya tertangkap basah kedapatan satu mobil berdua usai pulang weekend selama dua hari di Pangandaran di depan Mako Polres Cirebon. Lantas keduanya digiring langsung masuk Polresta Cirebon untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kombes Pol M.Syahduddi melalui Kasat Reskrim Kompol Rina Perwitasari saat dihubungi lewat pesan WhatsApp mengaku masih melakukan pemeriksaan. “Kami melengkapi mindiknya dulu karena kami baru terima kasusnya,” katanya.

Di tempat terpisah, saat dihubungi via celluler, Plt Ketua Forum Komunikasi Kuwu Kabupaten Cirebon (FKKC) Rochmat Hidayat menerangkan bahwa FKKC tidak bisa memberikan sanksi apapun terkait perslingkuhan antar oknum kuwu.

“Kami disini hanya sebuah wadah. Perkaranya sudah ditangani oleh yang berwajib. Selepas benar atau tidak, mari kita ikuti hasil dari proses hukum. Pesan saya hanya satu, untuk semua kuwu tolong taati azas yang berlaku saja,” bebernya.

Saat dihubungi via pesan WhatsAppnya Kuwu Tegal Karang, Nur enggan memberikan jawaban terkait dugaan perselingkuhannya, hingga berita ini diturunkan oknum kuwu tersebut belum bisa ditemui. (One-to)