Kasus Dugaan Dana APBDes Balokang Dilimpahkan ke Kejari Kota Banjar

0
77

KOTA BANJAR,- Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Balokang, Kota Banjar, Jabar segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Banjar.

Kasus korupsi tersebut adalah sejumlah proyek fiktif yang dilakukan mantan Sekretaris Desa Balokang berinisial Y.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Banjar AKP Budi Nuryanto melalui Paur Humas Bripka Nandi Darmawan mengatakan, tersangka masih harus melakukan sejumlah tahapan dalam kasus ini. Kemudian pihaknya saat ini menyerahkan berkas ke Kejaksaan Negeri untuk tahapan selanjutnya.

“Kasus korupsi Desa Balokang masih berlanjut dan kemudian masih ada tahapan yang harus dijalankan,” katanya, Selasa (29/9/2020).

Kasus korupsi APBDes tahun 2015 sampai 2016 tersebut Polres Banjar sudah melakukan tahapan administrasi serta  pemeriksaan sejumlah saksi beserta bukti yang lengkap.

“Nanti setelah berkas-berkas diserahkan ke Kejari tinggal di pelajari dan menindak lanjut perkara tersebut, saat ini belum ada penangkapan terhadap tersangka karena mantan sekdes ini kooperatif atau wajib lapor setiap Senin dan Kamis,” kata Nendi.

Nendi menjelaskan, laporan kerugian negara dari hasil audit Ispektorat Kota Banjar ada sebanyak Rp 472 juta dan itu merupakan anggaran dana Desa Balokang, Kota Banjar.

“Dari laporan Ispektur korupsi yang dilakukan Y ini menelan kerugian negara sebesar Rp 472.381.274,” kata dia.

Diketahui sebelumnya gelar perkara mengenai penyelewengan APBdes tahun 2015-2016 Desa Balokang dilakukan Rabu (9/9/2020) lalu dan menetapkan tersangka Y yang merupakan mantan sekdes Desa tersebut.

Selain itu, kepolisian juga masih mendalami terkait APBdes yang diselewengkan ini, karena pekerjaan dari sembilan proyek fiktif tersebut terkait dengan pihak ketiga berinisial DM yang diduga terlibat dalam perkara tindak korupsi di Desa Balokang, Kota Banjar. (ukas)