Sekda Sumedang Puji Ketahanan Pangan Kodim 0610

0
63

SUMEDANG,- Dandim 0610/Sumedang Letkol Inf Zaenal Mustofa SE., M.Si  menerima kunjungan silaturahmi dari  Sekda Kabupaten Sumedang Drs. H. Herman Suryatman, di depan Kebun 4.610 Kodim 0610/Sumedang dalam suasana yang sangat santai dan sederhana, Selasa (13/10/2020).

“Kunjungan Sekda Kabupaten Sumedang ini dalam rangka membangun silaturahmi sebagai pejabat pemeritahan daerah dengan Kodim 0610/Sumedang untuk menjaga sinergitas dan diskusi untuk mencari solusi untuk mengatasi kesulitan ekonomi akibat Covid-19 dan kodim sendiri sudah punya kegiatan ketahanan 4.610 dan sudah mulai membuahkan hasil,” jelas Zaenal Mustofa.

Sekda sangat mengapresiasi kegiatan ketahanan pangan Kodim 0610/Sumedang karena bisa mengefektikan lahan yang kosong dan mengefektifkan lahan di perkantoran dengan tanaman-tanaman produktif.

“Saya mengharapakan warga masyarakat di Sumedang bisa meniru kegiatan ini, karena akan mengatasi kesulitan pangan terutama di masa pandemi ini, dan akan mencipatakan kedaulatan pangan yang sesungguhnya, bukan sekedar angan-angan,” ujar sekda.

Dalam kesempatan itu juga Dandim 0610/Sumedang Letkol Inf Zaenal Mustofa menjelaskan kepada Sekda bahwa tanaman yang ada di Makodim ini belum memakai pupuk organik. Sampai saat ini baru memakai cairan pupuk Bios 44.

“Dan Almhamdulillah pertumbuhannnya mulai sempurna. Cuma untuk pencegahan hama, kami memakai kimia. Kami berharap masyarakat di Sumedang mulai mencintai pertanian karena merupakan potensi utama, dan dengan pertanian ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, dan bisa mengatasi kesulitan pangan di musim pandemik, serta dapat mendukung program pemerintah untuk menciptakan swasembada pangan,” paparnya.

Sinergitas antara Kodim 0610/Sumedang, dengan pemerintahan daerah diharapkan bisa terjalin dengan baik.

“Karena ketika suatu program atau pekerjaan dilakukan secara bersama-sama, Insya Allah akan menciptakan hasil yang maksimal untuk kemakmuran masyarakat, terurama masyarakat di Kabupaten Sumedang khususnya, umumnya masyarakat di Indonesia,” pungkas dandim. (abas)