Rapat Komite Penanganan Corona, Gubernur Jabar: Hampir 14 Ribu Wisatawan Dites, 408 Orang Reaktif

0
44

Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Rudy Sufahriadi dan Pangdam III/Siliwangi melaksanakan kegiatan Rapat Komite Kebijakan penangan Covi-19 dan pemulihan ekonomi Daerah Provinsi Jabar di Mapolda Jabar, Senin (2/11/2020).

Menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil ada 15 kabupaten kota yang memiliki destinasi wisata menjadi fokus pengetesan. Selama libur panjang pun, pengawalan dilakukan di lalu lintas padat baik jalan tol maupun non tol.

“Total hampir 14 ribu wisatawan yang dites, yang reaktif 408 orang. Mereka langsung di swab. Akan tetapi hasil uji lab antre, jadi hasil nya belum keluar. Asumsi terburuk, sebanyak itu yang positif Covid-19. Tapi dari pengalaman tidak 100 persen yang positif,” kata Gubernur Jabar.

“Kota Depok minggu lalu masuk zona merah dari catatan dan perhitungan komite penanggulangan, kini zona merah pindah ke kota Bekasi. Namun itu fluktuatif secara umum ini terjadi karena pergerakan dan lain – lain.” Ujar Gubernur Jabar.

Meski dinyatakan zona merah, Kota Bekasi berada di ranking pertama dari segi penanganan Covid-19. Penilaiannya berdasarkan kapasitas testing, tracing, treatment, kapasitas rumah sakit, pencegahan, hingga Tata kelola.

“Skor tertinggi ada di Kota Bekasi, kedua adalah Kota Bogor, ketiga Kota Cimahi, keempat Kota Bandung dan kelima Kota Cirebon. Saya berharap daerah lain terus memperbaiki kinerja penanganan Covid-19,” katanya.

Disinggung mengenai jatah vaksin yang diimpor Pemerintah Pusat untuk Jawa Barat, Gubernur Jabar mengungkapkan realisasinya belum jelas. Ia menunggu informasi lanjutan kapan impor vaksin Covid-19 terealisasi.

Menurut Gubernur Jabar ekonomi Jabar kini mulai membaik, walaupun ada sekitar 2000 perusahaan yang terdampak oleh Covid-19. ***