Tahun Ini, Orangtua Saksikan Pelantikan Praja Melalui Youtube

0
93

SUMEDANG,- Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelantikan Praja muda IPDN angkatan XXXI tanpa dihadiri orangtua praja. Bahkan, undangan pun dibatasi hanya dari kalangan Pejabat IPDN, Polri dan Kemendagri.

Rektor IPDN, Dr. Hadi Prabowo, M.M mengatakan, Pelantikan muda praja IPDN angkatan XXXI tahun 2020 dilaksanakan di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Bagi orang tua muda praja maupun masyarakat luas yang ingin mengikuti acara ini, dapat menyaksikannya secara virtual melalui akun resmi youtube Humas IPDN https://youtu.be/TAKL2FkWrmU.

“Sebanyak 1.098 orang muda praja IPDN angkatan XXXI tahun 2020 yang terdiri atas 734 orang putra dan 364 orang putri. Adapun 2 (dua) orang muda praja tidak hadir dalam acara pelantikan karena masih melakukan isolasi covid-19 di BPSDM Regional Sukajadi Bandung,” katanya.

Sebelumnya 1.098 orang muda praja ini telah melakukan kegiatan Pendidikan Dasar Mental dan Disiplin Praja (Diksarmendispra) yang dilaksanakan di Kampus IPDN Jatinangor pada tanggal 15 sampai 27 Oktober 2020 juga dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19.

Muda praja yang telah resmi dilantik oleh Rektor IPDN ini merupakan putra putri bangsa yang telah berhasil lolos melalui rangkaian tes Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN yang sangat ketat.

Pada tahun 2020, jumlah pendaftar IPDN tercatat menembus rekor tertinggi dengan angka 59.392 orang. Para pendaftar tersebut harus berjuang dan bersaing secara kompetitif untuk dapat lulus masuk IPDN dengan terlebih dahulu melalui 6 (enam) tahapan seleksi yakni seleksi administrasi pendaftaran, tahap pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 50.000.

 “Mencermati proses dan tahapan SPCP IPDN tahun 2020, walaupun dilaksanakan dalam suasana pandemi covid-19 tapi kami melaksanakannya dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Proses seleksi tahun ini pun dinilai lebih transparan, obyektif dan adil karena sistem seleksi tahun ini dirancang untuk lebih menjamin asas kepastian dan kejelasan dari hasil seleksi,” ujar Rektor IPDN.

Transparan karena peserta seleksi dan publik dapat melihat secara langsung perolehan nilai tes peserta pada saat seleksi. Dinyatakan obyektif karena nilai hasil tes dari setiap peserta lah yang menentukan lulus tidaknya peserta dan dalam seleksi ini tidak ada praktik transaksi untuk mempengaruhi kelulusan. Sedangkan dinyatakan adil karena peserta yang lulus adalah peserta yang nilainya baik sesuai standar kelulusan dan peserta yang tidak lulus adalah peserta yang nilainya dibawah standar kelulusan tanpa melihat latar belakang dari peserta.

Pada pelaksanaan SPCP tahun ini, IPDN bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Negera (BKN) dan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia. BKN mendukung dan memfasilitasi terkait pelaksanaan tes SKD sedangkan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan Seleksi Kesehatan Tahap I, Seleksi Kesehatan Tahap II, Seleksi Psikologi, Integritas dan Kejujuran, Seleksi Kesamaptaan dan Pemeriksaan Penampilan.

Seluruh pelaksanaan tes SPCP ini dilakukan dengan menggunakan sistem Seleksi BETAH (Bersih, Transparan, Akuntable dan Humanis) yang selama ini telah berlaku di lingkungan Mabes Polri.

 “Atas nama Bapak Menteri Dalam Negeri, Panitia Seleksi dan Civitas Akademika IPDN, Saya menyampaikan proficiat dan selamat kepada muda praja yang telah berhasil lulus. Ucapan terima kasih tak lupa kami sampaikan kepada Menteri Dalam Negeri, Bapak Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kepala BKN beserta jajaran, Kepala Kepolisian RI beserta jajaran, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat,” tandasnya. (Abas)