Pemkab Sumedang Diminta Berani Tetapkan Portofolio Produk Parawisata

0
75

SUMEDANG,- Direktur Wisata Alam, Budaya dan Buatan Kemenparekraf, Drs. Alexander Reyaan menyebutkan, untuk mencapai tujuan Kota Parawisata, Kabupaten Sumedang harus berani menetapkan protofolio produk parawisata.

“Tadi disampaikan Kadis Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumedang, ada sekitar 93 destinasi wisata. Namun, saya pikir kalau ingin menjadi Kota Parawisata, jangan semuanya dikembangkan, tetapi harus ada skala prioritas, yang mana harus dikembangkan terlebih dahulu,” jelas Reyaan saat dikonfirmasi wartawan usai membuka kegiatan Bimtek Wisata Alam Budaya dan Buatan dengan penerapan CHSE di Sektor Parawisata dan Ekonomi Kreatif di Hotel Puri Khatulistiwa Jl. Raya Jatinangor Kabupaten Sumedang, Minggu (8/11/2020).

Dia menyarankan, Pemkab Sumedang jangan dulu memikirkan untuk menarik wisatawan dari luar negeri, tetapi harus berusaha menarik wisatawan lokal terlebih dahulu. Untuk Sumedang sendiri, dari 93 potensi wisata tersebut, semuanya yaitu tentang wisata alam.

“Jadi yang dikembangkan itu adalah yang berpotensi bisa mendatangkan wisatawan paling banyak, dan itu pun harus berdasarkan skala prioritas. Dan yang paling mudah dalam mengembangkan pariwisata, yaitu dengan melibatkan komunitas-komunitas tertentu. Kalau membangun wisata itu bukan hanya yang mewah saja, melainkan yang tradisional tetapi nilainya yang penting. Kemudian kalau ingin bertahan lama juga harus dibangun berbasis masyarakat” papar Reyaan.

Terkait potensi wisata Sumedang yang cocok untuk dikembangkan, Aleksander mengatakan, ada beberapa potensi, seperti Waduk Jatigede, Batu Dua dan Toga untuk Paralayang nya.

“Kemudian, Sumedang itu kuat dalam hal budaya dan sejarahnya. Jadi beberapa hal itu yang perlu dikembangkan dan diangkat. Terutama budaya dan sejarah, perlu ada orang ahli yang mampu mengangkat dalam bentuk cerita. Seperti Cadas Pangeran, kalau dilihat sepintas dilihat kurang menarik tetapi kalau orang pada tahu sejarahnya, mungkin akan menarik wisatawan,” ucapnya.

Intinya, tambah Alexander, untuk mengembangkan potensi wisata, Sumedang harus berani menetapkan Protofolio Produk Parawisata.

“Jadi, protofolio produk parawisata ini untuk menentukan strategi pengembangan wisata, apakah mau berbasis budaya, alam ataupun wisata buatan,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir Hetifah Sjaifudian mengatakan, untuk potensi Sumedang diyakini bisa maju. Namun, harus meningkatkan kesiapannya dan menjalankan Clean, Healty, Safety, environment (CHSE), yaitu kebersihan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan hidup dalam tempat-tempat wisata untuk memastikan keamanan wisatawan.

“Untuk potensi wisata di Sumedang saya pikir sudah bagus. Tetapi harus ditingkatkan CHSE-nya, karena yang dicari saat saat ini itu,” ujarnya.

Menurut Hetifah, dalam pengembangan wisata juga harus dipilih skala prioritas. Terlebih saat ini sedang dilanda pandemic Covid-19.

“Jadi, karena saat ini terdampak Covid-19, tentunya anggaran sangat terbatas. Jadi harus dipilih skala prioritasnya dan dipilih juga destinasi wisata mana saja yang sudah siap untuk dikembangkan dan paling berpotensi untuk mendapatkan wisatawan,” tandasnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sumedang, Hari Tri Santosa menyebutkan, saat ini banyak sekali potensi wisata untuk dikembangkan.

“Ada 93 destinasi wisata yang sudah tercatat di Disbudparpora Sumedang. Kemudian ada juga 102 destinasi wisata baru yang baru yang mengajukan sebagai desa wisata,” ungkapnya. (abas)