Dansektor 08; Pabrik Pembuang Limbah, Akan Kami Cor & Diseret Ke jalur hukum.

0
60

BANDUNG, — Dansektor 8, Kol. Inf. Belyuni Herliansyah mengatakan, dari 110 pabrik besar dan kecil di wilayah tugasnya, justru kebanyakan pabrik kecil yang nakal-nakal.

Dalam keterangan kepada awak media, Senin (9/11-2020), Dansektor 08 menjelaskan, saat ini pabrik-pabrik besar sudah menyadari pentingnya pembuangan limbah yang bersih ke sungai.

“Kalau saya katakan sudah clear, tidak. Tapi ke arah perbaikan, ada. Pabrik-pabrik besar sudah mengolah air limbahnya melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Kualitas air limbah menjadi jernih dengan bukti ikan mas bisa hidup di kolam pengolahan, ” ucap Dansektor 8 Kolonel Belyuni.

Namun pabrik-pabrik kecil masih ada yang nakal, mencari mudahnya dengan membuang limbahnya ke sungai di waktu-waktu tertentu.

“Sebab, mereka tahu biaya membuat IPAL itu sangat besar. Mereka mau enaknya saja, padahal keuntungan sudah mereka peroleh. Mereka kita ajak sedikit-sedikit ke arah kebaikan. Malah kami pun sudah menyebar 60 surat Edaran tentang program Citarum Harum”, jelasnya.

Surat edaran disebar, katanya, berisi ajakan kerjasama untuk melaksanakan program Citarum Harum untuk mengembalikan ekosistem Citarum yang bersih jernih dengan biota sungainya seperti sedia kala.

Jika ketahuan ada pabrik yang membuang limbah ke sungai akan ditindak dengan tegas, baik dicor lubang IPALnya mau pun ditindak melalui jalur hukum.

“Saya juga mewanti-wanti sekali kepada anggota saya, jangan tergiur dengan iming-iming duit dari pabrik”.

Ia menegaskan, jika ada anggota yang menerima duit, yang pasti jika ditemukan pelanggaran, sulit bertindak. “Karena itu siapa pun yang melihat pelanggaran laporkan kepada saya langsung melalui WA.
Laporan berupa video, sebut nama pabrik, tanggal, jam, kondisi limbah yang dibuang apakah berwarna atau berbau, tidak perlu disebutkan nama pelapor. Akan saya beri hadiah Rp. 500.000. “Biar pengusaha pabrik yang membayarnya”, tegas Dansektor 08.

Demikian pula bila harus dicor segala biaya ditanggung pengusaha. “Saya katakan kepada pihak pabrik. siapkan semen, pasir, batu dan kerjakan oleh karyawanmu. Sebab, sebelumnya segala biaya ngecor ditanggung Satgas,” tegasnya pula.

“Barusan saya menerima video dari pegiat/aktivis pemantau Sungai yang memperlihatkan aliran anak sungai Citarum yang hitam pekat. Kotornya sungai Citarum salah satu penyumbangnya adalah anak sungai yang yang mengalir ke Citarum”.

“Intinya, masih ada perusahaan yang nakal. Sektor akan ambil tindakan tegas dan libatkan masyarakat dalam memantau perusahaan-perusahaan yang nakal untuk memberikan efek jera,” pungkasnya Dansektor 08 Kol. Inf Belyuni Herliansyah.*

Elly