Tukang Kayu pinggiran Jalan Sukahati. Demikian saya mengawali tulisan ini untuk mengomentari perjalanan hidup yang luar biasa dari Mas Bro Bogor Raya.

Ia sosok yang kerap disebut “pengangguran banyak acara”, namun juga dikenal sebagai tukang kayu yang memiliki hobi merawat dan memodifikasi mobil tua.
Saya mendengar dengan seksama cerita dari Mas Bro Bogor Raya. Ia dikenal sebagai ‘pengangguran banyak acara’. Julukan yang diberikan karena profesinya sebagai pengacara yang selalu menangani berbagai kasus secara terus-menerus, sekaligus tukang kayu yang mahir membuat berbagai produk kayu berkualitas.
Banyak orang mengatakan bahwa Mas Bro Bogor Raya adalah sosok yang idealis karena kegiatannya tampak tak teratur, tapi sebenarnya saya melihat bahwa ia hanya berusaha sebaik mungkin membantu sesama.
Ia menangani kasus hukum bagi masyarakat tak mampu dengan penuh dedikasi, bahkan jarang sekali mendapatkan bayaran penuh. Selain itu, ia juga membuat mebel berkualitas dengan nilai seni tinggi, mulai dari kursi tamu hingga karya ukiran yang sangat detail.
Tak hanya itu, Mas Bro Bogor Raya memiliki hobi merawat dan memodifikasi mobil jadul atau mobil tua. Sebuah aktivitas yang tidak hanya menantang adrenalin, namun juga menguji kesabaran.
Bagi saya, ini bukan sekadar hiburan seperti yang mungkin dipikirkan sebagian orang, melainkan cara yang tepat untuk menyalurkan kreativitas dan apresiasi terhadap seni agar kembali menemukan ritme hidup yang seimbang dan penuh makna.
Datang dari kampung kecil di Jawa Tengah, Mas Bro Bogor Raya dulu datang ke kota untuk menempuh pendidikan kuliah ekonomi dan hukum. Tujuannya adalah untuk memahami tata kehidupan yang baik dan tidak mau pernah menjadi korban sistem hukum yang tidak adil.
Saat itu, banyak orang meremehkannya dengan berkata: ‘Anak kampung saja mau jadi pengacara?’ Gaya bicara Mas Bro Bogor Raya yang khas dengan logat Jawa yang kental, serta pilihan pakaian yang sederhana, seringkali menjadi bahan ejekan teman sekelasnya.
Saya sangat menghargai bagaimana ia bekerja paruh waktu sebagai tukang kayu dan berbagai pekerjaan serabutan untuk mencukupi biaya hidup serta menopang kuliahnya sendiri tanpa bantuan orang lain.
Melihat teman-teman dari keluarga mampu mendapatkan kesempatan dengan mudah membuat Mas Bro Bogor Raya merasa tertinggal. Namun, ia hanya menumpahkan air matanya di atas sajadah dan terus berjuang semampunya.
Saya tahu bahwa mengeluh bukan jalan keluar. Pesan bijak dari nenek dan orang tuanya yang menitikberatkan bahwa pendidikan adalah kunci perubahan nasib, hal itulah yang membuatnya tetap berdiri kokoh dan tidak pernah menyerah oleh keadaan.
Selain fokus pada perkuliahan, Mas Bro Bogor Raya juga menghabiskan sebagian waktunya di perpustakaan dan mengikuti berbagai seminar gratis untuk menambah wawasan.
Bahkan, ia telah memperoleh ratusan sertifikat seminar dari berbagai kampus, baik negeri maupun swasta, tidak hanya di Pulau Jawa, melainkan juga dari kampus seperti Universitas Sumatera Utara (USSU) dan Universitas Hasanuddin (UNHAS).
Ketika menangani klien dari kalangan pekerja kasar dan pedagang kaki lima, ia tidak hanya menangani masalah hukum mereka secara profesional, tapi juga sering mengajarkan teknik membuat perabotan mebel berbahan dasar kayu agar mereka bisa memiliki keterampilan tambahan untuk meningkatkan penghasilan sendiri.
Saya melihat bahwa ini adalah bentuk kepedulian yang sungguh mendalam, bukan hanya membantu sesaat, melainkan memberikan bekal berharga untuk masa depan mereka.
Sekarang, lebih dari 35 tahun Mas Bro Bogor Raya telah menetap di Bogor. Secara perlahan tapi pasti, namanya mulai dikenal luas, tidak hanya di kalangan masyarakat bawah, beberapa kasus penting yang ditangannya bahkan membawa perubahan berarti dan berhasil menarik perhatian publik.
Meski pun tidak hidup kaya raya dan penghasilannya hanya biasa-biasa saja, saya melihat betapa ia selalu bersyukur bisa hidup mandiri tanpa menggantungkan siapapun.
Alhamdulillah, ia masih bisa mengirim uang ke kampung halamannya untuk biaya kuliah anak-anak keluarga serta membantu kebutuhan mereka yang kurang mampu.
Karya kayu buatan Mas Bro Bogor Raya juga banyak dicari mereka yang menghargai seni tangan, setiap ukiran dan sambungan kayu yang dibuat mengandung nilai kesungguhan yang mampu menginspirasi banyak orang.
Beberapa pelanggan bahkan akhirnya menjadi teman baik dan dengan senang hati mempercayakan berbagai masalah hukum mereka kepadanya. Mereka bilang ia sosok yang idealis, menjaga harga diri melalui kerja keras dan kemandirian, autentik serta memiliki karakter yang kuat, meskipun dalam keadaan sulit pun tak pernah mengeluh dan terus menggali potensi diri yang ada.
Mas Bro Bogor Raya tinggal di rumah sederhana pinggir jalan Sukahati yang sekaligus dijadikan tempat berjualan produk mebel buatan tangannya. Ia tetap makan nasi dengan sambal buatan sendiri dan menghubungi orang tua di kampung dengan menggunakan ponsel lama yang masih layak pakai.
Saya sangat menghargai prinsip hidupnya yang tidak mau mengubah diri hanya untuk diterima oleh kalangan tertentu. Ia ingin tunjukkan bahwa sukses bisa diraih dengan cara yang benar, dengan menjaga integritas, sportivitas dalam menghadapi tantangan, dan keyakinan hati yang tulus.
Saya merasa bahwa cerita Mas Bro Bogor Raya ini bukanlah untuk menunjukkan diri atau mencari pengakuan dari orang lain, melainkan untuk berbagi pesan bahwa hidup seringkali membuat kita merasa tak dilihat atau tertinggal dari orang lain.
Namun, waktu bisa membalikkan segalanya. Kita bisa menjadi sosok yang dicari dan dipercaya bukan karena harus berubah jadi orang lain, tapi karena tumbuh dan berkembang diam-diam dengan kedisiplinan diri yang tinggi terhadap impian yang kita cita-citakan.
Beberapa momen penting yang pernah mewarnai perjalanan hidup Mas Bro Bogor Raya telah menjadi pelajaran berharga bagi saya sendiri, yakni:
- Konsistensi walau tak diperhatikan. Orang akan menghargai mereka yang tetap melangkah dengan gigih tanpa perlu panggung atau sorotan khusus.
- Fokus meningkatkan diri, bukan membuktikan diri. Energi kita lebih baik digunakan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan, karena hasil yang baik akan berbicara sendiri.
- Tenang saat yang lain panik. Ketenangan adalah kekuatan langka yang membuat orang merasa nyaman dan mencari bantuan kita.
- Produktif di saat orang lain mengeluh. Tindakan nyata yang membawa manfaat jauh lebih berarti daripada sekadar wacana kosong.
- Tak butuh pengakuan, tapi hasil tak bisa diabaikan. Kualitas kerja yang prima akan menyebarkan nama kita dengan sendirinya tanpa perlu kita usahakan.
- Tetap disiplin meski tak ada yang menyuruh. Kendali diri dan kedisiplinan adalah kunci utama untuk menjadi sosok yang berbeda dan berharga.
- Tetap jadi diri sendiri di dunia yang menyukai meniru. Keaslian pribadi akan bersinar dengan sendirinya dan membuat orang menghargai kita apa adanya.
Jika ingin sampai di titik di mana orang yang dulu meremehkan akhirnya menghargai kita. Saya sangat sepakat bahwa kita harus mulai dengan satu hal yang paling dasar: membangun disiplin yang kuat pada diri sendiri.
Pesan moral dari tulisan ini, mari kita berbagi cerita perjalanan hidup dan semangat juang kita untuk menginspirasi satu sama lain!
Penulis adalah: Tokoh Pers dan Aktivis












