• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, Oktober 21, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Cuaca Ekstrem, Bupati Sumedang Perkuat Antisipasi Bencana

Cuaca Ekstrem, Bupati Sumedang Perkuat Antisipasi Bencana

red cyber by red cyber
Januari 30, 2026
in Featured, Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SUMEDANG,– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring tingginya intensitas hujan yang terus mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi cuaca tersebut berpotensi menimbulkan berbagai bencana hidrometeorologi yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

Kabupaten Sumedang merupakan wilayah dengan kondisi geografis berbukit dan memiliki tingkat kerawanan terhadap bencana hidrometeorologi atau bencana basah, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gempa bumi.

Oleh karena itu, upaya pencegahan dan mitigasi perlu dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa langkah-langkah antisipatif sangat diperlukan untuk mencegah sekaligus mengurangi risiko bencana.

Hal tersebut disampaikan usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) pencegahan, mitigasi, dan penanganan bencana alam yang digelar di Tahura Gunung Kunci, Jumat (20/1/2026).

“Kami pemerintah daerah bersama Forkopimda melaksanakan rapat koordinasi untuk menghimpun berbagai masukan, saran, dan pendapat terkait upaya antisipasi serta pencegahan bencana di Kabupaten Sumedang,” ujar bupati.

Bupati menjelaskan, langkah awal yang dilakukan adalah memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat, khususnya terkait prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi tersebut disebarluaskan melalui BPBD dan Humas Pemda hingga ke tingkat desa.

“Kami sampaikan informasi cuaca secara detail sampai ke desa. Camat kami minta meneruskan ke pemerintah desa, RT, dan RW, hingga benar-benar diterima masyarakat. Contohnya, jika suatu wilayah mengalami hujan lebat, masyarakat diimbau untuk menghindari daerah rawan longsor atau sementara berpindah tempat apabila tinggal di lereng yang berpotensi longsor,” jelasnya.

Baca juga :  Target Rampung April 2019, Perda Penyerahan PSU Direvisi

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa hasil Rakor juga menindaklanjuti langkah teknis di lapangan. Sejumlah perangkat daerah terkait seperti BPBD, Dinas PUTR, dan DLHK akan melakukan pengecekan langsung terhadap peta-peta rawan bencana hasil kajian BMKG, BRIN, dan ITB, serta memeriksa pohon-pohon yang berpotensi tumbang.

“Kami akan melakukan patroli lapangan bersama BPBD, PUTR, DLHK, dan perangkat kewilayahan untuk mengecek jalan-jalan rawan longsor. Antisipasi sejak dini akan dilakukan, misalnya dengan pembangunan tembok penahan atau pemasangan rucuk bambu. Pohon-pohon yang rawan tumbang juga akan segera ditebang sebelum membahayakan,” imbuhnya.

Selain mitigasi bencana, Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama musim hujan. Salah satunya dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) guna mencegah penyakit demam berdarah.

“Kami melaksanakan gebyar PSN dengan 3M, yakni menutup, mengubur, dan menguras. Masyarakat diharapkan menjaga pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala sakit,” kata Bupati.

Baca juga :  Antisipasi Bencana, Tim Sar Brimob Jabar Monitor Tebing Rawan Longsor di Lembng

Bupati juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan hutan agar tidak menanam sayuran dan palawija di lereng-lereng yang rawan longsor.

Menurutnya, pemerintah daerah tengah mengkaji pemberian insentif bagi masyarakat yang menanam tanaman keras sebagai upaya menjaga kestabilan tanah.

“Kami sedang mengkaji pemberian insentif bagi masyarakat yang menanam tanaman keras. Selama ini mereka menanam palawija karena ingin hasil cepat, namun dari sisi lingkungan hal tersebut berisiko,” ujarnya.

Di samping itu, Pemkab Sumedang juga akan melakukan perawatan terhadap hasil reboisasi yang telah dilakukan di berbagai lokasi.

“Tanaman yang sudah ditanam akan kami kunjungi untuk dirawat dan diberi pupuk. Jika ada yang mati, akan segera diganti,” tuturnya.

Terkait aktivitas pertambangan, Bupati menegaskan bahwa seluruh galian ilegal di Kabupaten Sumedang telah ditutup. Sementara itu, galian yang memiliki izin akan terus diawasi agar beroperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Galian yang tidak berizin sudah kami tutup. Untuk yang legal, kami pastikan kegiatan penambangannya sesuai aturan. Ini bagian dari upaya menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (hms/bon)

Previous Post

Kuliah Umum dalam Inaugurasi REVOSA 2025 USB YPKP, Ini Paparan Narasumber

Next Post

Kang Edwin Senjaya Berikan Pembekalan Bagi Peserta Didik Pemagangan ke Jepang

BeritaTerkait

Willem Frans Ansanay
Featured

Catatan Penting Ketum BaraJP untuk Dua Program Prabowo-Gibran

Oktober 20, 2026
Featured

Lewat Subuh Berjamaah, Wabup Sumedang Ajak Kuatkan Ukhuwah dan Akidah

Oktober 20, 2026
Featured

Pemda Sumedang Matangkan Penertiban 5.100 KJA Liar di Waduk Jatigede

Oktober 20, 2026
Featured

DPRD Pangandaran Desak Pemda Siapkan Tandon Air di Setiap Desa Terdampak Kekeringan, Antisipasi El Nino hingga 2027

Oktober 20, 2026
Featured

Ketua DPRD Pangandaran Soroti Pangandaran Icon Carnival 2026, Minta Budaya Lokal Jadi Identitas Utama

Oktober 20, 2026
Featured

Bunda PAUD Tanah Bumbu Buka Workshop 1.000 Guru, Perkuat Kompetensi Pendidik Anak Usia Dini

Oktober 20, 2026
Next Post

Kang Edwin Senjaya Berikan Pembekalan Bagi Peserta Didik Pemagangan ke Jepang

No Result
View All Result

Berita Terkini

Willem Frans Ansanay

Catatan Penting Ketum BaraJP untuk Dua Program Prabowo-Gibran

Oktober 20, 2026

Lewat Subuh Berjamaah, Wabup Sumedang Ajak Kuatkan Ukhuwah dan Akidah

Oktober 20, 2026

Pemda Sumedang Matangkan Penertiban 5.100 KJA Liar di Waduk Jatigede

Oktober 20, 2026

DPRD Pangandaran Desak Pemda Siapkan Tandon Air di Setiap Desa Terdampak Kekeringan, Antisipasi El Nino hingga 2027

Oktober 20, 2026

Ketua DPRD Pangandaran Soroti Pangandaran Icon Carnival 2026, Minta Budaya Lokal Jadi Identitas Utama

Oktober 20, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC