TANAH BUMBU, – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Tanah Bumbu (Dekranasda Tanbu), Andi Irmayani Rudi Latif, didampingi dua pengurus Dekranasda, mengikuti Workshop Wirausaha Kerajinan Kalimantan Selatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Kamis (18/06/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya para pelaku usaha kerajinan, dalam menghadapi tantangan perkembangan pasar dan transformasi digital. Workshop ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya produk-produk kerajinan daerah yang inovatif, berkualitas, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua Dekranasda Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, workshop menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem industri kerajinan daerah sekaligus meningkatkan kompetensi para perajin dan pengurus Dekranasda.
“Workshop ini memberikan wawasan yang sangat berharga bagi pengurus Dekranasda maupun para pelaku usaha kerajinan. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital, serta mendorong lahirnya inovasi yang mampu mengangkat produk kerajinan Tanah Bumbu agar semakin dikenal dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Pada sesi diskusi dan tanya jawab, Pengurus Dekranasda Tanah Bumbu, Ilham Bahari, turut menyampaikan gagasan terkait strategi promosi produk unggulan daerah melalui media sosial. Ia mengusulkan adanya kolaborasi antara Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan dengan Dekranasda kabupaten dan kota melalui kegiatan Live Instagram atau siaran langsung bersama secara bergantian.
Menurut Ilham, pemanfaatan media sosial merupakan salah satu sarana promosi yang efektif karena memiliki jangkauan luas dan digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Melalui kolaborasi digital tersebut, produk-produk kerajinan lokal diyakini dapat lebih cepat dikenal masyarakat, memperluas akses pasar, serta memperkuat promosi produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.
Partisipasi dalam workshop ini juga diharapkan mampu memperkuat kapasitas pelaku usaha kerajinan di Kabupaten Tanah Bumbu, memperluas jejaring kemitraan, serta mendorong optimalisasi teknologi digital sebagai strategi meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk unggulan daerah di tengah perkembangan ekonomi kreatif.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah, melalui Ketua Harian Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan workshop, khususnya Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang selama ini menjadi mitra strategis dalam pemberdayaan dan pengembangan industri kerajinan di Banua.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, Bank Indonesia, dan OJK merupakan modal penting dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha kerajinan agar semakin berkembang dan memiliki daya saing.
Ia menegaskan bahwa industri kerajinan merupakan salah satu sektor ekonomi kreatif yang berperan strategis dalam pembangunan daerah karena mampu melestarikan budaya lokal, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Miftahul Chair juga menyoroti besarnya potensi kriya yang dimiliki Kalimantan Selatan, mulai dari kain sasirangan, anyaman purun, kerajinan kayu, kerajinan serat alam, hingga berbagai produk kreatif lainnya yang memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi.
Potensi tersebut dinilai perlu terus dikembangkan melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, pemanfaatan teknologi digital, serta perluasan akses pasar agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
Workshop menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas strategi penguatan industri kerajinan dan pengembangan usaha.
Sekretaris Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Firman Muttaqin, memaparkan materi tentang upaya penguatan dan pengembangan kerajinan daerah yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia perajin, inovasi produk berbasis budaya lokal, digitalisasi pemasaran, serta perluasan akses pasar dan kemitraan.
Selanjutnya, Hendrawan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan materi mengenai pengembangan usaha dan inklusi keuangan.
Hendrawan menekankan pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan, meningkatkan literasi keuangan, mendorong inovasi usaha, serta mempersiapkan UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Materi lainnya disampaikan oleh Dinda Tantri Adytya dari OJK Provinsi Kalimantan Selatan mengenai pengelolaan keuangan untuk masa depan yang sejahtera.
Dinda mengajak para pelaku usaha untuk disiplin melakukan pencatatan keuangan, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta membangun fondasi bisnis yang sehat dan berkelanjutan. (Ag)












