SUMEDANG,– Pembangunan Jembatan Sasak Beureum di Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang yang menelan anggaran sekitar Rp15 miliar dari APBD Kabupaten Sumedang terus dipantau Pemerintah Daerah.
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menegaskan, besarnya anggaran yang digelontorkan harus sebanding dengan kualitas dan manfaat yang diterima masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Bupati saat meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Sasak Beureum. Monitoring dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target, sekaligus memastikan standar mutu dan konstruksi benar-benar terpenuhi.
“Kuncinya jembatan ini harus selesai dengan baik. Mutu dan ketahanannya harus benar-benar diperhatikan agar bisa bertahan lama. Jangan sampai baru beberapa tahun sudah bermasalah,” tegas Fajar, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pada prinsipnya bukan sekadar mengejar penyelesaian pekerjaan fisik. Jembatan yang dibangun menggunakan anggaran daerah harus mampu memberikan manfaat nyata, terutama dalam memperlancar mobilitas masyarakat dan meningkatkan efisiensi transportasi.
“Dengan jembatan ini, masyarakat harus mendapatkan efisiensi dalam bertransportasi dan melakukan berbagai kegiatan. Jadi manfaatnya harus benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Wakil bupati menyebutkan, pembangunan Jembatan Sasak Beureum ditargetkan selesai pada Desember 2026. Untuk memastikan target tersebut tercapai, Pemerintah Daerah akan melakukan monitoring secara berkelanjutan hingga pekerjaan dinyatakan selesai.
“Targetnya rampung Desember 2026. Untuk itu, kami terus-menerus melakukan monitoring dan kroscek di lapangan. Kami ingin memastikan progresnya sesuai target dan kualitas pekerjaannya sesuai dengan yang dipersyaratkan,” katanya.
Ia menegaskan, pengawasan dilakukan bukan hanya terhadap progres pekerjaan, tetapi juga terhadap kualitas material, konstruksi, dan hasil akhir pembangunan.
Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang berharap keberadaan Jembatan Sasak Beureum nantinya mampu memperkuat konektivitas wilayah Ujungjaya dan sekitarnya, memperlancar arus mobilitas masyarakat, serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial.
Dengan demikian, investasi pembangunan sebesar Rp15 miliar melalui APBD Kabupaten Sumedang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (hms/bon)












