Oleh: Jonny Sirait
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap berusia dua tahun pada 20 Oktober 2026.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pun menjadi sebuah pembuktian bahwa narasi keraguan di awal masa pemerintahan telah dijawab dengan kerja nyata, program terukur dan keberpihakan yang jelas kepada rakyat kecil.
Barisan Relawan Jalan Perubahan atau BaraJP mengawal sejak awal transisi. Kami melihat bagaimana pondasi yang diletakkan sebelumnya tidak dibongkar, melainkan diperkuat dan dipercepat.
Pertama, soal keberanian mengambil kebijakan besar. Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dulu diragukan, hari ini berjalan dan menjadi investasi sumber daya manusia jangka panjang.
Ini bukan program populis, ini program strategis untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Begitu pula dengan Danantara sebagai instrumen untuk menjaga kedaulatan ekonomi dan pengelolaan aset negara agar lebih produktif untuk rakyat.
Kedua, soal ekonomi kerakyatan dan hilirisasi. Pemerintahan ini konsisten melanjutkan hilirisasi, menjaga stabilitas ekonomi di tengah gejolak global, serta memastikan APBN bekerja untuk penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan. Inilah keberlanjutan yang disempurnakan.
Ketiga, soal politik persatuan. Presiden Prabowo tampil sebagai pemersatu. Merangkul semua elemen, menjaga stabilitas politik, dan membuat pemerintahan bekerja dalam suasana gotong royong.
Duet dengan Wapres Gibran menghadirkan kolaborasi ideal antara pengalaman kenegarawanan dan energi serta inovasi anak muda.
Sebagai relawan, tugas kami telah bergeser. Jika dulu tugas kami memenangkan, hari ini tugas kami adalah mengawal, memastikan semua program pro-rakyat ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di bawah.
Pada sektor pertanian dan ketahanan pangan, menurut laporan Kementerian Pertanian, duet Prabowo-Gibran berhasil menurunkan harga pupuk sebesar 20%. Hal ini jadi yang pertama dalam sejarah.
Kemudian HPP Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah naik menjadi Rp6.500 per kilogram untuk mendukung kesejahteraan petani.
Selenjutnya nilai ekspor sektor pertanian mencapai Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun, menghasilkan tambahan nilai kebijakan sekitar Rp208 triliun.
Pada swasembada pangan, pemerintah Prabowo-Gibran mengklaim pencapaian swasembada pada 8 komoditas pangan utama serta stok pangan pemerintah yang mencapai tingkat tertinggi.
Maka, dua tahun ini adalah bukti bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran berada di jalur yang benar: berani, stabil, dan bekerja untuk kepentingan nasional. BaraJP tetap mengawal!
Penulis adalah: Wakil Ketua Umum DPP Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP)












