• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Oktober 17, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Di Kota Dalam, Kerajinan Kipas Mahligai Dipertahankan

Di Kota Dalam, Kerajinan Kipas Mahligai Dipertahankan

cyber by cyber
Agustus 6, 2019
in Entertainment, Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

LAMSEL,– Desa Kotadalam, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, salah satunya pengrajin kipas mahligai dan kebung, atau kipas maju (pengantin) yang dibuat dari bahan bambu apus (gigantochioa apus) atau bambu tali. Kini, kerajinan khas yang berkaitan dengan adat Lampung itu sudah mulai terlupakan dan hampir punah tergilas kemajuan zaman.

Megawati (57), warga Dusun I, Desa Kota Dalam, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan salah satunya yang masih mempertahankan kerajin kipas mahligai khas adat Lampung.

Ia merupakan pengrajin kipas mahligai yang sudah 35 tahun, hingga saat ini masih tetap menekuni dan melestarikan warisan budaya khas Lampung warisan dari nenek hingga almarhumah ibunya.

“Ya, sudah 35 tahun saya menekuni kerajinan kipas mahligai ini, bisa karena diajari almarhum ibu saat saya duduk di bangku sekolah Dasar (SD) hingga remaja, sampai menikah. Karena ini peninggalan dari nenek moyang kita masyarakat adat Lampung. Saya akan tetap melestarikan warisan budaya ini walaupun kemajuan zaman semakin modern,” ujar ibu yang memiliki 10 orang anak ini.

Baca juga :  Peresmian Rutan Polres Garut Diapresiasi Kapolda Jabar

Menurutnya, sekarang ini memang sudah jarang sekali ditemui kerajinan kipas mahligai ini seperti di acara-acara pernikahan, khususnya masyarakat adat Lampung. Padahal kipas ini, merupakan salah satu cindramata pengantin wanita yang dibawa untuk keluarga besan dan tamu undangan.

Mega mengatakan, kipas yang dibuatnya ada dua jenis, yakni kipas mahligai dan kipas besar.satu kipas mahligai harganya memang agak lebih mahal dari kipas yang besar. Sebab, proses pembuatannya lebih rumit, lalu adanya tambahan pernak-pernik (ramboci) hiasan yang dipasang di sudut kipas.

Sementara Kepala Desa Kota Dalam Asli Jauhari menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya kepada semua pihak, baik dari rekan-rekan media yang telah berkenan meliput kegiatan para pengrajin yang mempunyai nilai budaya di Desa Kota Dalam.

Baca juga :  Tekan Penyebaran Covid 19, Polisi Terus Pantau Gerai Vaksinasi

“Desa Kota Dalam memang masih kental dengan adat dan budayanya..termasuk di dalam nya pengrajin kipas mahligai dan kebung yang dipakai saat pernikahan, khitanan dan acara resmi lainnya. Desa Kota Dalam sangat menjunjung tinggi nilai adat istiadat dan budaya,” katanya.

Ia menjelaskan, budaya tersebut sebagian bersumber dari falsafat Lampung:  1. Piil Pesenggikhi, 2. Nemui Nyimah, 3. Nengah Nyampokh, 4. Sakay  Sambayan, dan 5.Bugelakh Bu Adok.

“Kota Dalam juga memiki semboyan, yakni Kutadalam Tiyuh Ngajunung Hadat Sanak Tuha Khagom Sapuk Khik Mufakat, yang artinya Desa Kotadalm adalah desa yang menjunjung tinggi adat istiadat,” imbuhnya.

“Orang-orangnya mulai dari yang muda sampai yang tua bersatu padu menuju kesepakatan. Semoga Desa Kotadalam kedepan akan lebih baik dan tetap dapat mempertahankan khazanah budaya Lampung,” tandasnya. (Selamet-Andy)

Previous Post

Satgas Subsektor 04 Cidurian Babad Belukar di Bantaran Sungai

Next Post

Melalui Monev, Desa Harus Memahami Penggunaan ADD dan DD

BeritaTerkait

Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, S.H.
Featured

Radea Tekankan Pentingnya Kepemimpinan yang Sehat dalam Lingkungan Kerja

Oktober 17, 2026
Featured

Diskominfosp Tanah Bumbu Evaluasi SP4N LAPOR! di Sekolah, Aduan Masyarakat Wajib Ditindaklanjuti Maksimal Tiga Hari

Oktober 17, 2026
Ekonomi

USB YPKP Dorong Ekonomi Melalui Teknologi Budidaya Magot

Oktober 16, 2026
Featured

Bupati Sumedang Akselerasi Redistribusi Tanah, Pastikan Tepat Sasaran dan Berkeadilan

Oktober 16, 2026
Featured

Melalui Penguatan SDM, Pemkab Sumedang Matangkan Kesiapan Pilkades Digital 2026

Oktober 16, 2026
Featured

Ditemukan Peredaran Sabu, Ketua Ormas LBI Apresiasi Kapolrestabes Bandung Berani Berantas Saritem

Oktober 16, 2026
Next Post

Melalui Monev, Desa Harus Memahami Penggunaan ADD dan DD

Please login to join discussion
No Result
View All Result

Berita Terkini

Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, S.H.

Radea Tekankan Pentingnya Kepemimpinan yang Sehat dalam Lingkungan Kerja

Oktober 17, 2026

Diskominfosp Tanah Bumbu Evaluasi SP4N LAPOR! di Sekolah, Aduan Masyarakat Wajib Ditindaklanjuti Maksimal Tiga Hari

Oktober 17, 2026

USB YPKP Dorong Ekonomi Melalui Teknologi Budidaya Magot

Oktober 16, 2026

Bupati Sumedang Akselerasi Redistribusi Tanah, Pastikan Tepat Sasaran dan Berkeadilan

Oktober 16, 2026

Dari Sampah Menjadi Rupiah, USB YPKP Perkuat Ekonomi Sirkular Warga Padasuka

Oktober 16, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC