SUMEDANG,– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat segera melakukan normalisasi sungai-sungai yang melewati anak sungai Citarum seperti sungai Citarik, Cikijing dan Cimande.
Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. Menurut dia, normalisasi perlu dilakukan guna mengantisipasi banjir di sekitaran PT Kahatex,tepatnya di jalan By Pass, Bandung-Garut dan sebaliknya.
“Sudah ada normalisasi di beberapa sungai yang disebutkan tadi, hanya saja manfaatnya belum bisa dirasakan masyarakat. Bahkan, Pemprov Jabar sudah memantau ke PT Kahatex untuk membongkar bila ada aliran sungai yang dibuat jembatan,” jelasnya, usai melakukan kunjungan ke PT Kahatex, Selasa (11/2/2020).
Kendati demikian, ada satu titik yang belum dilakukan normalisasi, dan ditarget tahun ini selesai semuanya.
“Termasuk jembatan yang ada di dalam Kahatex sebenarnya dari pihak Kahatex sudah diizinkan, tinggal dibongkar,” katanya.
Dijelaskan, banjir yang terjadi tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, namun juga menyebabkan kemacetan.
“Pihak Kahatex sudah ada sistem buka 7 pintu, terdiri dari wilayah Sumedang tiga pintu dan wilayah Bandung empat pintu. Sekarang kami akan membuat JPO dengan meminta Kahatex. Kami koordinasi dengan pihak terkait, pusat dan pemprov, Pemkab Sumedang dan Bandung. Mudah-mudahan hari Jumat ada sebuah keputusan masalah kahatex, banjir dan dan kemacetan,” katanya.
Saat ini, imbuhnya, masyarakat selalu mengkambinghitamkan Kahatex. Padahal, banjir disebabkan faktor lain.
“Yang namanya banjir harus diteliti dari hulu sampai hilir. Kita minimalisir dampak negatif dari perusahaan agar tidak menimbulkan negatif ke masyarakat. Nah upaya kami meminimalisir dampak negatif perusahaan agar tidak berkepanjangan. Jadi bagaimana caranya perusahaan memberikan dampak positif kepada masyarakat luas, tidak hanya dari hal penyerapan tenaga kerja,” pungkasnya. [Abas]











