• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, April 30, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Anggota DPRD Jabar: Banjir Pantura Harus Ditangani Bersama

Anggota DPRD Jabar: Banjir Pantura Harus Ditangani Bersama

red cyber by red cyber
Maret 12, 2021
in Featured, Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG,- Di awal tahun 2021, beberapa wilayah di provinsi Jawa Barat dilanda banjir bandang, terutama di wilayah pantura. Untuk itu, dalam mengantisipasi dan mengatasi banjir tentunya harus duduk bersama antara Pemprov Jabar bersama pemkab/pemkot dan juga melibatkan lintas instansi/ stakholder terkait.

Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Hj. Iis Turniasih mengatakan, dalam mengatasi banjir bandang di beberapa wilayah di Jabar, untuk menghasilkan hasil yang maksimal, tentunya tidak dapat dilakukan secara versial dan sektor masing-masing daerah. Tetapi harus dilakukan secara bersama-sama dan kolaborasi.

“Kenapa harus bersama-sama dan berkolaborasi, karena banjir bandang tidak hanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan lebat Tetapi ada faktor lain, seperti meningkatnya lahan kritis,  tata kelola ruang terbuka hijau, banyak kali yang sudah dangkal,  dan alih kelola/ fungsi lahan,” ujar Iis Turniasih.

Beberapa faktor tersebut diatas, bila hanya dikerjakan oleh daerah masing-masing yang bersifat sektoral tentunya, tidak akan menghasilkan hasil yang maksimal. Maka salah satunya, yaitu duduk bersama, dibahas bersama, sehingga paham siapa berbuat apa.

Baca juga :  Didampingi Danyonif 301, Kapolres Sumedang Sambut 637 Peserta Lattuk Raider

Iis Turniasih mencontohkan, dalam penanganan lahan kritis sebagai daerah resapan air, tentunya perlu dilakukan penanam pohon, dan memberikan edukasi kepada msyarakat agar tidak lagi melakukna penjarahan hutan.  Karena fungsi pohon selain sebagai penyerab air hujan, pohon juga sebagai penyanggah tanah agar tidak terjadi longsor saat musim hujan.

Longsoran tanah dan sampah dari lahan kritis terbawa air hujan mengalir ke dearah yang lebih rendah dan berakhir ke kali, sehingga terjadilah pendangkalan kali dan bahkan menyumbat drainase dan merusak jaringan irigasi.

Disamping itu, sebagaimana kita ketahui, bahwa setiap tahun lahan terbuka hijau sebagai daerah resapan air  semakin berkurang, dan beralih fungsi, seperti lahan pertanian berubah menjadi kawasan perumahan dan perkantoran, ujar politisi perempuan PDIP Jabar ini.

Lebih lanjut, Iis Turniasih, anggota Komisi IV DPRD Jabar ini mengatakan,  selama tidak ada kesepakatan dan komitmen bersama untuk mengatasi/ menyelesaikan banjir, tentunya banjir badang dapat dipastikan akan terjadi setiap tahun melanda wilayah pantura Jabar.

Baca juga :  Dandim 0610/Sumedang Motivasi Petani dengan Bios 44

Kedepan, pemerintah daerah harus lebih memperketat izin administrasi dan ijin lahan terhadap pembangunan infratruktur maupun perumahan yang dapat menganggu resapan air, sehingga tata kelola sumber daya air dan sistem drainase di setiap daerah dapat berfungsi sebagaimana mestinya,” katanya.

Lebih lanjut, Ia meminta masyarakat untuk membiasakan hidup disiplin dengan tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai, sehingga tidak terjadi penumpukan sampah di aliran sungai saat musim hujan tiba.

Selain itu yang tidak kalah penting juga, yaitu mengedukasi masyarakat untuk peduli dan cinta lingkungan, melakukan reboisasi lahan kritis. Dan juga memberikan pendidikan dan pelatihan mitigasi dan tanggap darurat, bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana, baik banjir maupun tanah longsor. “Sehingga, bila sewaktu-waktu terjadi bencana dapat cepat, tepat dan tanggap dalam mentasi bencana,” tandasnya. (Li)

Previous Post

Reses di Kuningan, Yosa Octora Serap Aspirasi Soal Kondisi Infrastruktur

Next Post

Silahturahmi dengan BRI, Kapolri Dorong Inovasi UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

BeritaTerkait

Peristiwa

Warga Binaan Lapas Ciamis Tampilkan Lagu Karya Sendiri, Musisi Donasikan Gitar

April 30, 2026
Featured

BAZNAS Jabar Dampingi Gubernur Salurkan Santunan bagi Korban Kecelakaan KRL–KA Argo Bromo

April 30, 2026
Featured

Dishub Kebut Penerangan Jalan Umum di 17 Ruas Jalan Prioritas

April 30, 2026
Featured

Wabup Sumedang Salurkan Bantuan untuk Petani Tembakau di Sukasari

April 30, 2026
Featured

Kepala Dinas di Sumedang Dilatih AI, Dorong Pengambilan Keputusan Berbasis Data

April 30, 2026
Featured

Pemkab Sumedang Komitmen Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

April 30, 2026
Next Post

Silahturahmi dengan BRI, Kapolri Dorong Inovasi UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

No Result
View All Result

Berita Terkini

Warga Binaan Lapas Ciamis Tampilkan Lagu Karya Sendiri, Musisi Donasikan Gitar

April 30, 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Gubernur Salurkan Santunan bagi Korban Kecelakaan KRL–KA Argo Bromo

April 30, 2026

Dishub Kebut Penerangan Jalan Umum di 17 Ruas Jalan Prioritas

April 30, 2026

Wabup Sumedang Salurkan Bantuan untuk Petani Tembakau di Sukasari

April 30, 2026

Kepala Dinas di Sumedang Dilatih AI, Dorong Pengambilan Keputusan Berbasis Data

April 30, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC