Bandung,-Melalui prinsip seleksi yang bersih, transfaran, akuntabel dan humanis bebas dari praktek KKN, setiap tahapan seleksi peserta calon anggota Polri Panda Polda Jabar tahun 2021 mengaku puas atas hasil nilai yang di raihnya setiap tahapan tes.

Dimasa pandemi covid 19, setiap tahapan seleksi Calon Bintara Polri Polda Jabar tahun 2021 harus menerapkan protokol kesehatan, sehingga para peserta seleksi setiap mengikuti kegiatan harus menunjukan hasil rapid tes.
Tahapan seleksi rekrutmen calon Anggota Polri tahun 2021 panitia daerah Polda Jabar sudah melewati sejumlah tahapan, diawali dengan tes pemeriksaan kesehatan tahap I yang meliputi kesehatan pisik, kedua tes psikologi, uji akademik, pemeriksaan kesehatan tahap II dan uji kesamaptaan jasmani.
Dari setiap tahapan tes para peserta mengaku puas dengan hasil nilai yang diraihnya, karena para peserta langsung mengetahui nilainya
Hal tersebut diungkapkan salah seorang peserta calon Bintara Polri asal pengiriman Polres Purwakarta usai mengklaripikasi nilai lari pada uji kesamaptaan jasmani dan anthropometik yang dilaksanakan di Gor Pajajaran Jalan Pajajaran Kota Bandung Selasa (24/06/2021).
Menurutnya, nilai yang di raih pada tes lari dirinya mencatat enam putaran, namun panitia menulis lima putaran, setelah dilakukan pemutaran dari rekaman ulang viedo yang di pasang panitia, betul dirinya melewati enam putaran.
“Alhamdulillah saya merasa puas dengan hasil nilai yang diraih, tadi sedikit ada kesalahan, mungkin panitia kecapaian sehingga kurang pokus mencatat nilanya, untung ada video rekamannya” katanya.
“Saya yakin seleksi penerimaan calon anggota Polri khusunya Polda Jabar benar-benar bersih, transfaran dan humanis” smbung dia.
Sementara itu, Karo SDM Polda Jabar Kombes Pol Solichin SH, melalui Kabag Dalpers AKBP Saptono SIK. MH, C.P.H.R mengatakan, Para panitia seleksi penerimaan terpadu anggota Polri tahun 2021 dituntut untuk propesional dalam mejalankan tugasnya selama proses seleksi.
Menurutnya, melalui prinsip Betah, setiap tahapan seleksi melibatkan pengawas internal dan ekternal sebagai wujud transparansi.
Selain itu, imbuhnya, setiap penilaian tahapan seleksi, peserta bisa langsung mengetahui hasilnya.
“Prinsip betah ini merupakan implementasi dari kebijakan Kapolri untuk mencetak putra putri anggota Polri yang ungul, propesional. menuju Polri yang presisi dalam memberikan pelayanan, pengayoman, dan perlindungan kepada masyarakat” kata Saptono.
Dikatakannya, kami atasnama panitia menghimbau kepada para peserta yang masih lolos ke tahapan selanjutnya, agar menjaga kesehatan dengan baik, mengingat ketentuan awal, jika peserta dinyatakan positif corona pada masa seleksi, maka peserta tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat.
“Jumlah peserta calon Bintara dan Tamtama Polri yang lolos mengikuti tes kesampataan jasmani untuk Bintara Polisi Tugas Umum (PTU), Pria1232, PTU wanita 53 orang” jelas dia
“Sementara, untuk peserta calon Bintara Kompetensi Khusus (BAKOMSUS) sebanyak 217 orang dan Bakomsus Pramugari ada 2 orang, sementara jumlah peserta calon tamtama Polri ada 80 orang” tandasnya.
Sementara itu, tambah mantan Kapolres kudus beberapa tahu silam, untuk peserta calon Taruna/Taruni Akpol panda Polda Jabar tahun 2021, dari hasil sidang kelulusan akhir tingkat panda, dari 40 peserta 19 orang ditambah 3 kuota tambahan dinyatakan lolos untuk mengikuti ujian seleksi tingkat pusat.
“Seleksi penerimaan calon anggota polri ini kami berkomitmen untuk mengedepankan prinsip Bersih, tranfaran, akuntanel dan humanis, sehingga tidak ada celah bagi peserta dan panitia untuk melakukan praktek KKN” pungkasnya. Yadi











