• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, Oktober 21, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Atje Bastaman, Jurnalis di Balik Bandoeng Laoetan Api

Atje Bastaman, Jurnalis di Balik Bandoeng Laoetan Api

red cyber by red cyber
Maret 23, 2022
in Featured, Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

TAK ada udara sejuk hari itu. Semua berubah memanas dan memerah. Selama tujuh jam kepulan asap hitam membumbung tinggi memenuhi liku-liku setiap jalan di Kota Bandung. Tak hanya itu, semua listrik pun padam.

Tak satupun tahu apa yang sedang terjadi di Bandung. Namun, seorang jurnalis muda bernama Atje Bastaman mengabadikan peristiwa bersejarah ini melalui berita di harian Suara Merdeka yang dirilis pada 26 Maret 1946. Ia menyampaikan hal yang disaksikan mata kepalanya langsung kala itu.

Seperti ditulis liputan6.com pada artikel berjudul “Bandung Lautan Api 1946: Spirit Perjuangan Rakyat Indonesia Menolak Titah Penjajah”, Atje menyaksikan langsung pembakaran Bandung dari Bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk. Dari puncak itu, Atje melihat Bandung yang memerah sepanjang daerah Cicadas sampai Cimindi.

Setelah menyimak peristiwa itu, Atje langsung menuju Tasikmalaya. Setibanya di sana, ia langsung segera menulis berita dan memberi judul “Bandoeng Djadi Laoetan Api”. Namun, karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya, maka diperpendek menjadi “Bandoeng Laoetan Api”.

Baca juga :  Tanamkan Disiplin Kamtibmas, Brimob Cirebon Tingkatkan Patroli Kamtibmas

Atje menggambarkan bagaimana warga Bandung memilih berkorban lebih baik daripada menyerah dalam jajahan. Tepat pada 24 Maret 1946, sekitar 200 ribu warga Bandung bersama Tentara Republik Indonesia (TRI) dan laskar rakyat membakar rumah dan harta benda mereka.

Tak ada pilihan lain saat itu bagi warga Bandung. Semua dilakukan demi menjaga Bandung agar tak dijadikan markas strategis militer tentara sekutu dan tentara NICA Belanda dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Mereka pun meninggalkan wilayah Bandung Utara menuju pegunungan di daerah selatan. Di waktu yang sama, tentara Inggris mulai menyerang, pertempuran sengit terjadi.

Baca juga :  Pemerintah Diharapkan Mampu Rangkul Unsur Pentahelix Lainnya

Pejuang Bandung kala itu berada di bawah komando Kolonel AH Nasution, seorang Komandan Divisi III TRI. Dalam buku “Bandung Lautan Api” karya Djajusman (1975), Nasution meminta lampu hijau dari Sutan Sjahrir, seorang perdana menteri saat pemerintahan Indonesia masih berbentuk Serikat, untuk melakukan pembumihangusan.

Namun, Sjahrir menolak tegas permintaan Nasution. Dia meminta untuk mematuhi perintah dan ultimatum Inggris atas nama rakyat.

“Jangan diadakan pembakaran dan sebagainya karena nanti yang rugi rakyat kita sendiri juga dan yang harus membangunnya kelak kita,” tegas Sjahrir kala itu.

Nasution bimbang. Sebagai komandan dan demi melindungi rakyat serta mempertahankan harga diri Kota Bandung, dia tidak boleh takluk pada Sekutu. Namun, Inggris juga tidak main-main dan serius memerintahkan pengosongan Bandung bagian utara. Sehingga tak ada pilihan selain membumihanguskan Bandung. Dud

Previous Post

Usai Terima Kunker Komisi II DPR RI, Rektor IPDN Lepas Rindu Bareng Wartawan

Next Post

JDIH Sumedang Bertekad Juara Pertama pada JDIHN Award 2022

BeritaTerkait

Ekonomi

Buka Peluang Kemitraan bagi Komunitas, LinkAja Kembangkan Beyond the Wallet

Oktober 21, 2026
Willem Frans Ansanay
Featured

Catatan Penting Ketum BaraJP untuk Dua Program Prabowo-Gibran

Oktober 20, 2026
Featured

Lewat Subuh Berjamaah, Wabup Sumedang Ajak Kuatkan Ukhuwah dan Akidah

Oktober 20, 2026
Featured

Pemda Sumedang Matangkan Penertiban 5.100 KJA Liar di Waduk Jatigede

Oktober 20, 2026
Featured

DPRD Pangandaran Desak Pemda Siapkan Tandon Air di Setiap Desa Terdampak Kekeringan, Antisipasi El Nino hingga 2027

Oktober 20, 2026
Featured

Ketua DPRD Pangandaran Soroti Pangandaran Icon Carnival 2026, Minta Budaya Lokal Jadi Identitas Utama

Oktober 20, 2026
Next Post

JDIH Sumedang Bertekad Juara Pertama pada JDIHN Award 2022

No Result
View All Result

Berita Terkini

Buka Peluang Kemitraan bagi Komunitas, LinkAja Kembangkan Beyond the Wallet

Oktober 21, 2026
Willem Frans Ansanay

Catatan Penting Ketum BaraJP untuk Dua Program Prabowo-Gibran

Oktober 20, 2026

Lewat Subuh Berjamaah, Wabup Sumedang Ajak Kuatkan Ukhuwah dan Akidah

Oktober 20, 2026

Pemda Sumedang Matangkan Penertiban 5.100 KJA Liar di Waduk Jatigede

Oktober 20, 2026

DPRD Pangandaran Desak Pemda Siapkan Tandon Air di Setiap Desa Terdampak Kekeringan, Antisipasi El Nino hingga 2027

Oktober 20, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC