Kaltim,- Warga Desa Senyiur Kecamatan Muarancalong Kabupaten Kutai Timur mengeluh dengan pelayanan pemerintahan desanya dinilai kurang maksimal.

Kabupaten Kutai Timur Senin (17/07/2022)
Mengingat jam pelayanan tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah, bahkan kantor Desa sering Kosong.
“Sudah hampir satu tahun ini pelayanan Desa kami benar- benar mengkhawatirkan ” kata tokoh masyarakat Desa Sinyur yang enggan di sebutkan namanya kepada Patroli Selasa (18/07/2022).
Dia mengatakan, kondisi ini tentu saja merugikan masyarakat, karena pelayanan yang diberikan pemerintah desa tidak bisa maksimal. Apalagi perangkat desa lainnya juga jarang masuk kantor.
“Maka dari itu kami minta kepada pemerintah bisa mengambil tindakan terkait masalah ini,” tandasnya.
Menurutnya, jam kerja perangkat desa Senyiur tidak sesuai dengan peraturan pemerintah. Hampir setiap jam kerja pelayanan sampai pukul 12 siang. Sehingga aktifitas pelayanan terhadap masyarakat kurang maksimal.
Selain itu, sambung dia. Kepala desa kurang transparan terhadap warga dalam penyerapan dana desa baik dari pemerintah maupun CSR dari pihak perusahaan-perusahaan yang berdomisili di desa tersebut.
“Ini juga harus menjadi pertimbangan pemerintah, bagaimana menyikapinya, kan kasihan masyarakat kalau kepala desa Susah di hubungi dan jarang masuk kantor” tandasnya.
Sampai berita ini terbitkan. Wartawan Patroli mencoba mendatangi kantor Desa Sinyur Kades Jemhari Eng untuk klarifikasi, namun perangkat desa tidak ada satupun di tempat.
Menanggapi hal tersebut, para tokoh masyarakat setempat menyayangkan cara kerja Kepala Desa yang dianggap kurang maksimal. Seharusnya kepala desa memperhatikan masyarakatnya dan harus tau apa kebutuhan warganya selama ini.
Dengan adanya informasi ini, diharapkan dari dinas atau instansi terkait, agar ada tindakan lebih lanjut dan bisa memperbaiki sistem pelayanan masyarakat khususnya pihak Muspika setempat. (LB/YD)












