KAB. BANDUNG,— Warga Pasir Wangi, RT 0,1 RW 08, Desa Cimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, mendadak heboh dengan kedatangan Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb dan artis papan atas Irfan Hakim, Ahad (5/4).
Kedatangan kedua tokoh tersebut untuk menyaksikan dimulainya proses pembongkaran rumah sebagai tahap awal program rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi keluarga penerima manfaat.
Program ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap nasib Julaeha, seorang nenek berusia 69 tahun yang kini menjadi pemegang hak atas rumah tersebut.
Bersama keluarga besarnya, yakni Yati Mulyati (63) dan almarhumah Yani, serta sebagai bagian dari keluarga Saparudin, mereka telah lama menanti bantuan ini.
Rumah yang menjadi tempat berlindung bagi keluarga almarhumah Anih ini kini akan mendapatkan wajah baru yang layak dan nyaman.
Keluarga penerima manfaat menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Cimekar yang dipimpin Iwan, serta anggota DPRD, Praniko.
Berkat perjuangan, perhatian, dan bantuan yang luar biasa dari mereka, program rehab rutilahu ini akhirnya dapat terealisasi.
“Kami tidak tahu harus berkata apa selain mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada pak Kades Iwan dan pak Dewan Praniko yang telah memperjuangkan nasib kami. Rumah ini akan menjadi kenangan dan tempat layak untuk kami tinggali,” ucap salah satu anggota keluarga, dengan nada bergetar.
Proses pembongkaran di tahun 2026 ini berjalan lancar dan penuh semangat, didukung penuh oleh semangat gotong royong masyarakat setempat.
Warga tampak antusias membantu tenaga dan pikiran, menunjukkan kekompakan dan kebersamaan yang kuat di Desa Cimekar.
Momen bersejarah ini semakin istimewa dan tak terlupakan dengan kehadiran bintang tamu istimewa, Irfan Hakim serta Wakil Bupati Bandung, H. Ali Syakieb.
Kehadiran dua tokoh publik ini disambut dengan gegap gempita warga yang memadati lokasi. Irfan Hakim yang dikenal dengan keramahannya tampak akrab berbincang dengan keluarga penerima manfaat, sementara Wabup Ali Syakieb juga memberikan semangat dan dukungan penuh terhadap program penanganan rutilahu ini.
Suasana yang penuh keakraban ini membaur menjadi satu, menciptakan momen yang penuh ironis, tangis haru, dan kebahagiaan. Air mata kebahagiaan tak mampu dibendung oleh Ibu Julaeha dan keluarga saat melihat perhatian begitu besar yang diberikan oleh pemerintah dan publik figur yang mereka kagumi.
Semoga dengan dibangunnya rumah yang baru ini, keluarga dapat tinggal dengan lebih nyaman, sehat, dan penuh keberkahan. Program ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat mampu mengubah nasib menjadi lebih baik. (Abah Abadi)












