• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Atje Bastaman, Jurnalis di Balik Bandoeng Laoetan Api

Atje Bastaman, Jurnalis di Balik Bandoeng Laoetan Api

red cyber by red cyber
2022-03-23
in Featured, Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

TAK ada udara sejuk hari itu. Semua berubah memanas dan memerah. Selama tujuh jam kepulan asap hitam membumbung tinggi memenuhi liku-liku setiap jalan di Kota Bandung. Tak hanya itu, semua listrik pun padam.

Tak satupun tahu apa yang sedang terjadi di Bandung. Namun, seorang jurnalis muda bernama Atje Bastaman mengabadikan peristiwa bersejarah ini melalui berita di harian Suara Merdeka yang dirilis pada 26 Maret 1946. Ia menyampaikan hal yang disaksikan mata kepalanya langsung kala itu.

Seperti ditulis liputan6.com pada artikel berjudul “Bandung Lautan Api 1946: Spirit Perjuangan Rakyat Indonesia Menolak Titah Penjajah”, Atje menyaksikan langsung pembakaran Bandung dari Bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk. Dari puncak itu, Atje melihat Bandung yang memerah sepanjang daerah Cicadas sampai Cimindi.

Setelah menyimak peristiwa itu, Atje langsung menuju Tasikmalaya. Setibanya di sana, ia langsung segera menulis berita dan memberi judul “Bandoeng Djadi Laoetan Api”. Namun, karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya, maka diperpendek menjadi “Bandoeng Laoetan Api”.

Baca juga :  Praka Ali Firdaus, Atlet Tembak Yonif 330 Juara I Lomba Tembak Piala Panglima TNI

Atje menggambarkan bagaimana warga Bandung memilih berkorban lebih baik daripada menyerah dalam jajahan. Tepat pada 24 Maret 1946, sekitar 200 ribu warga Bandung bersama Tentara Republik Indonesia (TRI) dan laskar rakyat membakar rumah dan harta benda mereka.

Tak ada pilihan lain saat itu bagi warga Bandung. Semua dilakukan demi menjaga Bandung agar tak dijadikan markas strategis militer tentara sekutu dan tentara NICA Belanda dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Mereka pun meninggalkan wilayah Bandung Utara menuju pegunungan di daerah selatan. Di waktu yang sama, tentara Inggris mulai menyerang, pertempuran sengit terjadi.

Baca juga :  Polsek Rancasari Melaksanakan Pembinaan kepada Linmas

Pejuang Bandung kala itu berada di bawah komando Kolonel AH Nasution, seorang Komandan Divisi III TRI. Dalam buku “Bandung Lautan Api” karya Djajusman (1975), Nasution meminta lampu hijau dari Sutan Sjahrir, seorang perdana menteri saat pemerintahan Indonesia masih berbentuk Serikat, untuk melakukan pembumihangusan.

Namun, Sjahrir menolak tegas permintaan Nasution. Dia meminta untuk mematuhi perintah dan ultimatum Inggris atas nama rakyat.

“Jangan diadakan pembakaran dan sebagainya karena nanti yang rugi rakyat kita sendiri juga dan yang harus membangunnya kelak kita,” tegas Sjahrir kala itu.

Nasution bimbang. Sebagai komandan dan demi melindungi rakyat serta mempertahankan harga diri Kota Bandung, dia tidak boleh takluk pada Sekutu. Namun, Inggris juga tidak main-main dan serius memerintahkan pengosongan Bandung bagian utara. Sehingga tak ada pilihan selain membumihanguskan Bandung. Dud

Previous Post

Usai Terima Kunker Komisi II DPR RI, Rektor IPDN Lepas Rindu Bareng Wartawan

Next Post

JDIH Sumedang Bertekad Juara Pertama pada JDIHN Award 2022

BeritaTerkait

Pada Senin (19/1/2026), kader-kader BaraJP Sumatra Utara (Sumut) resmi bergabung PSI yang saat ini diketuai Kaesang Pangarep
Featured

Kader BaraJP Sumut Gabung PSI, Siap Raih Kemenangan di Pemilu 2029

2026-01-19
Featured

Usai Viral di Jalan Raya, Dishub Jabar Tancap Gas Benahi APJ Ornamen dan PJU

2026-01-19
Featured

Ruang Belajar Kontekstual, Bupati Sumedang Dorong Sekolah Manfaatkan Tahura dan Museum Prabu Geusan Ulun

2026-01-19
Featured

Temui Pelajar SMPN 1 Paseh, Wabup Ingatkan Peran Teknologi dan Media Sosial

2026-01-19
Featured

Bupati Tanah Bumbu: Isra Mi’raj sebagai Momentum Memperkuat Ukhuwah dan Spiritualitas Umat

2026-01-19
Featured

Harlah Ke-53 PPP, Bupati Dony: Jadikan Momentum Ini Sebagai Wahana Bercermin

2026-01-19
Next Post

JDIH Sumedang Bertekad Juara Pertama pada JDIHN Award 2022

No Result
View All Result

Berita Terkini

Pada Senin (19/1/2026), kader-kader BaraJP Sumatra Utara (Sumut) resmi bergabung PSI yang saat ini diketuai Kaesang Pangarep

Kader BaraJP Sumut Gabung PSI, Siap Raih Kemenangan di Pemilu 2029

2026-01-19

Usai Viral di Jalan Raya, Dishub Jabar Tancap Gas Benahi APJ Ornamen dan PJU

2026-01-19

Ruang Belajar Kontekstual, Bupati Sumedang Dorong Sekolah Manfaatkan Tahura dan Museum Prabu Geusan Ulun

2026-01-19

Temui Pelajar SMPN 1 Paseh, Wabup Ingatkan Peran Teknologi dan Media Sosial

2026-01-19

Bupati Tanah Bumbu: Isra Mi’raj sebagai Momentum Memperkuat Ukhuwah dan Spiritualitas Umat

2026-01-19
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC